Gaya Super TiTo Ditangan Rossi


SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Saat pertama kali saya (Srondol168 :red) posting tentang gaya Super TiTo, yaitu gaya kombinasi TiTo dengan RWS, banyak yg belum yakin bahwa gaya ini sebenarnya sudah diciptakan dan dikuasai oleh Valentino Rossi. Gaya ini untuk mengakomodasi besarnya tenaga GP12 Phoenix, serta keseimbangan Motor Phoenix yg lebih mirip RCV211 ketimbang M-1. Ducati GP12 Phoenix lebih mengutamakan akselerasi dibanding keseimbangan yang sempurna…

Anggap saja ini adalah harapan dari Fans Ducati JB Rossi, jika iseng2 memberi nilai masing2 motor.. 100 sebagai nilai maksimal :

Honda RCV2-13
Akselerasi = 100
Keseimbangan = 80
Top Speed = 100
Faktor BBM = 60
Rata2 Performa = (100+80+100+60)/4 = 340/4 = 85

Yamaha M-1
Akselerasi = 80
Keseimbangan = 100
Top Speed = 90
Faktor BBM = 70
Rata2 Performa = (80+100+90+70)/4 = 340/4 = 85

Ducati GP12 Phoenix
Akeselerasi = 90
Keseimbangan = 90
Top Speed = 100
Faktor BBM = 90
Rata2 Performa = (90+90+100+90)/4 = 370/4 = 92.5

Hehehe… cuma kita yg berani kasih nilai paling tinggi buat Ducati, yang lain kasih sebaliknya! Boros BBM adl faktor utama yg menghancurkan performa motor. Ditambah lagi berat motor yg nambah +4kg di saat2 terakhir keputusan!

Kenapa Yamaha yg Sudah Bagus di Simulasi ikut teriak?

Mister Nakajima bilang, nambah sekilo saja titik pengereman sudah berubah, apalagi 4kg? ditaruh mana tuh berat? Ingat teori Furusawa : Kelenturan Sasis akan sangat berpengaruh saat motor benar2 miring, karena sasis-lah yg bekerja meredam semuanya, bukan lagi 100% suspensi motor!!

Nambah 4kg di sasis sama saja menambah kekakuan sasis, sehingga saat melibas tikungan setelah mengerem keras, bisa meneruskan getaran mesin (bukannya meredam getaran). Jadi inilah yg sedang dicari obatnya oleh Yamaha, terutama oleh Honda! Simulasi Jolor yg hanya 19 lap, bukti bahwa Yamaha masih kesulitan dalam masalah BBM. Itulah kenapa Yamaha ikutan teriak2 ditambah berat minimal motor… semakin berat motor/rider, maka BBM akan semakin boros.

Lalu Apa Keunggulan GP12 Phoenix?

Keunggulan Phoenix yg utama adl BBM yg jauh lebih irit dari pesaing2nya, sudah teruji dari tahun 2003, sementara yg lain baru tahun 2008. Tapi yg lebih penting adalah optimalisasi dari Akselerasi dan keseimbangan! Mungkin saat ini yg masih dikejar adl akselerasi saat keluar tikungan. Tapi sepertinya Ducati sedang memainkan kartu Trup di regulasi saat ini. Jika diperhatikan puzzle2 yg dilancarkan pihak Ducati JB Rossi, hanya Rossi yg bilang performa GP12 Phoenix menurun, yang lain menyatakan maju pesat!!

Lucunya Rossi kecewa, tapi ternyata Rossi tdk pernah memakai settingan yg sama setiap keluar Pit. Telemetri Rossi sudah secepat Stoner dan Jolor kata Babe Graziano Rossi. Rossi selalu bikin motor membaik bukan memburuk!! Keuntungannya adl semua sudah menganggap Rossi habis! Jolor, Stoner, Wilco Zelenk, Livio Suppo sudah membuang Rossi dari persaingan utama!! Malah sudah di bawah Spies dan Dovi…. hehehehe…. semua tertipu!! Kecuali kalau sudah melihat bukti2 di bawah ini :

Gaya Balap Rossi sudah Gabungan Super TiTo

Sebelum melihat foto2 yg saya coba tampilkan, bolehlah melebay sedikit tentang gaya balap Rossi di atas Phoenix. Rossi, master pencipta Tight In Tight Out (TiTo) yg artinya masuk tikungan paling dalam & keluar tetap di tikungan paling dalam, biasanya membalap dengan posisi tubuh yg masih di tengah motor (nempel). Pantatnya-pun masih di sadel.

Stoner, Master RWS TC Robotik, melibas tikungan dgn mengeserkan roda belakang untuk bisa keluar tikungan paling dalam, biasa membalap dgn posisi tubuh yg agak keluar dari motor, seperti monyet menggelendot, termasuk posisi pantat yg sedikit keluar dari sadel.

Nah di gambar2 yg saya tampilkan di bawah, menunjukkan bahwa posisi tubuh Rossi sudah “NYARIS” sama dengan Stoner, alias Rossi sudah pakai gaya balap monyet menggelendot ala Stoner… Nyontek Dong? Kita harus akui memang iya!! Karena inilah gaya Super TiTo yg sedang kita tunggu2 Prakteknya!! Apa Bedanya? Bedanya nyaris tidak kelihatan, hanya posisi “bentuk” punggung & tangan Rossi masih sama dengan gaya TiTo, hanya sekarang agak menggelendot monyet.

Jadi Rossi sudah bisa menggabungkan gaya TiTo dan RWS untuk menaklukkan Super Desmosedici GP12 Phoenix!!!!! Sebagai perbandingan, saya tampilkan gaya balap Jolor yg identik dengan Rossi saat sama2 memakai TiTo.

Kenapa Rossi Bisa Gabungin dua gaya?

Motor 1000cc, lebih berat +7kg dari 800cc, terserah cc-nya berapa (801-1000). Dgn motor bertenaga badak, & berat motor yg ada, cukup menampung tinggi & berat badan Rossi. Jika di 800cc Rossi “sedikit kegedean” seperti beruang sirkus, maka saat pakai 1000cc, Rossi terlihat seperti Stoner pakai 800cc. Sementara Stoner, Pedrosa & Jolor akan terlihat kekecilan di 1000cc… itulah mengapa mereka gampang kecapean bin pegal2 Linu!!

Jadilah Rossi 1000cc seperti Stoner menggelendot di motor 800cc-nya… Stoner? silahkan saja buktikan di seri2 2012… Tangan gampang kram dan punggung gampang encokan!!

Silahkan dilihat gambar2 berikut :

         

Bagaimana menurut brotherhood sekalian? Bagaimana jika Fakta ini dibaca Pesaing?

Posted on 11 March 2012, in JAMU SRONDOL. Bookmark the permalink. 98 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers

%d bloggers like this: