Weight Distribution Phoenix Sama Dengan RCV211


Berikut pembahasan bro Srondol tentang Weight Distribution pada tanggal 12 Januari 2012 :

SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Sebelum kita bahas secara lebay… silahkan dibaca cuplikan interview Pippo yg penuh dengan Silat Lidah berikut :

Ducati cagey on GP12 changes (Kecerdikan Jawaban Ducati Pada Perubahan GP12)
http://www.motorcyclenews.com/MCN/sp…-gp12-changes/

One of the key targets for this year’s bike was to have more adjustments and set-up options, with last year’s GP11 too restrictive before Ducati ditched its carbon fibre chassis, which used the engine as a stressed member.

[Salah satu target kunci motor tahun ini adalah lebih bisa di adjust dan banyak pilihan setting, tidak seperti tahun lalu, saat belum membuang sasis karbon fiber, yg menggunakan mesin sebagai stressed member/ inti sasis]

The changes Rossi and Hayden could make last season were too limited, which restricted them from experimenting with a range of set-ups to improve the performance of the Desmosedici.

[Perubahan setting yg dilakukan Rossi dan Hayden tahun lalu sangat terbatas, yg mencegah mereka ber-eksperimen dengan area seting maju mundur naik turun yg lebih ekstrem, sehingga sulit membuat kemajuan performa Desmosedici]

Preziosi said : “The main goal of this new bike is to have a range of adjustments based on what we have defined as the ideal target. Last year we were using the bike always on the more extreme end of the adjustment and this did not allow us to go where our riders desired or where it was necessary to be competitive. The new bike we are going to take to Sepang is going to start with a range of adjustments that are going to be in the centre of the range of possibilities for each adjustment. In other words, we’re going to have a bike that’s going to allow us to have many different set-ups. And that’s where the difficult part is going to come, because of all the possible set-ups with the bikes, these bikes are extremely adjustable in many of their parameters.”

[Kata Pippo : Tujuan utama dari motor baru ini adalah area adjustmen (maju mundur turun naik motor) yg lebih besar, berdasarkan pada apa yg kami targetkan secara ideal. Tahun lau, kami selalu menggunakan setting motor yg sangat ekstrem alias sampai mentok, sehingga tidak mengijinkan pembalap kami lebih kompetitif. Motor yg baru yg akan digunakan di Sepang sudah mulai/ bisa diseting dengan area adjustmen yg lebih besar, karena (titik distribusi berat) sudah berada (lebih dekat) ditengah motor, sehingga lebih memungkinkan disetting untuk setiap adjustmen (naik turun depan belakang). Dengan kata lain, kami sudah memiliki sebuah motor yang bisa disetting dengan berbagai cara (ala honda dan yamaha), karena motor ini bisa di adjust dengan lebih banyak parameter]

—- Apapun kata orang, Pippo yakin bahwa motor GP2012 sudah bisa disetting ala honda dan yamaha, yg mana tidak bisa dilakukan di GP11 yg masih menggunakan mesin sebagai inti sasis dgn sasis serat karbon sebagai sub-sasis. Jadi pokok-nya, motor GP2012 jauh lebih enak untuk di setting ala motor2 jepang tanpa ada kata mentok di settingan….

“On this new bike to do this we had to re-design the entire bike. We change the chassis, the tank, and the seat support. We made some changes to the engine in terms of casting so that it can be hosted within the position we considerate it more suitable. The bike that you are going to see in Sepang¸ let’s say from a visual point of view is very similar to the bike you have seen in Valencia”

[Pada motor baru ini, kami sudah mendesain ulang “nyaris” keseluruhan motor. Kami merubah sasis, Tangki BBM, dan pendukung posisi duduk. Kami merubah mesin dalam hal casing untuk mengakomodasi titik2 pembautan sehingga posisinya lebih cocok dan enak dilihat (dan tentu saja bisa disetel2 tempat duduknya). Motor yg akan digunakan di Sepang, kami katakan secara Visual/ mata, adalah sangat sama dengan yang kamu lihat di Valencia]

—- Seperti yg sudah dikabarkan motomatters sebelumnya, bahwa motor akan tetap menggunakan Sasis Palang Aluminium dan (anehnya) masih akan menggunakan Rear-end berbahan Karbon Fiber. Dan Anehnya, di MCN tidak disebutkan ada perubahan mesin dibanding 2011, selain casingnya… yg tujuannya mengakomodasi posisi di palang aluminium.

The 90 degree V-angle is a Ducati tradition and asked again if there had been a change, Preziosi said : “We are the company that brought success with the twin cylinder engine in sports bikes in all of the championships. We have shown in the past that we have problem abandoning one over another if it proves successful. So we’ll use the angle that we consider best.”

[Sudut mesin L-90 derajat adalah tradisi ducati dan saat ditanyakan kembali jika telah dirubah, Pippo Menjawab: Kami adalah perusahaan yg membawa sukses ducati dengan mesin dua silinder/ twin pulse L-90 di kancah semua kejuaraan balap motor. Kami telah menunjukkan dimasa lalu bahwa kami memiliki masalah jika meninggalkan/ membongkar satu dengan lainnya jika itu akan menunjukkan kesuksesan. Jadi kami akan menggunakan sudut yg kami rasa terbaik]

—- kalimat diatas masih berupa tanda tanya besar? tapi yg saya pribadi tangkap adalah Ducati tetap akan menggunakan konfigurasi mesin Double L-Twin 90 (kalau panigale hanya L-Twin 90 karena 2 silinder). hanya posisi L dibuat seperti V karena posisinya diangkat ke arah belakang, dimana titik beratnya “nyaris” ditengah.. ala Honda.

Analisa Ngawur yg masih masuk akal kalau dibaca Fans JB Rossi

Sebelum baca, silahkan lihat sedikit perhitungan distribusi berat…. tidak sepenuhnya benar, tapi kira2 seperti itulah konfigurasi Ducati L90, V90 dan Honda V75…. tentu saja ini titik berat dalam posisi mesin blm menyala, tapi dari layout mesin ducati GP11 saja sudah terlihat bahwa distribusi berat sudah condong kedepan, dibanding Honda yg “mungkin” nyaris ditengah median motor… ini saat posisi motor tegak, lihat ketinggian titik berat sumbu Y Honda yg jauh lebih tinggi dari Ducati :

  

Kalau dilihat dari konfigurasi lama (membentuk L), maka titik berat motor akan condong kedepan (sumbu X), & ketinggian (sumbu Y) sangat bagus/ pas saat melibas track lurus… tapi saat rebah, titik berat sumbu Y akan berada dibawah tanah, inilah yg membuat oleng motor. Masih ingat bahwa dengan GP11.1 motor bisa dinaikkan sebanyak 2-5cm?? ini ditujukan untuk mendapatkan kesetimbangan titik berat motor yg lebih tinggi. Titik berat motor Honda jauh lebih tinggi daripada Ducati, karena posisi V. Saat melibas tikungan, titik berat sumbu Y masih berada di atas tanah, sehingga mudah dikendalikan.

Nah resiko dengan mengangkat mesin menjadi lebih V, yaitu akhirnya beban rear-end menjadi lebih berat… mungkin dianggap lebih mudah disetting… karena gaya rossi adalah TiTo yg mengharuskan rasa front-end lebih baik. Saya curiga, selama ini bukan kesulitan memberikan beban ke front-end, tapi sebaliknya malah kelebihan beban sehingga terjadi slip.

Dan kenapa dalam kondisi tidak tertekan pembalap lain (ngacir), stoner selalu bisa mengendalikan GP7 dengan sempurna, karena dia memakai ban belakang (gaya RWS) sebagai pengendali belok, yang mana pasti membebaskan front-end dari beban tambahan. Jadi kalau selama ini kita baca rossi kesulitan memberi beban ke front-end… apakah sebenarnya berarti, rossi kesulitan memberi beban yg pas pada front-end?? bukan kurang beban!! tapi kelebihan beban !!

Nah, setelah titik berat lebih ketengah (bisa disebut juga Median), maka berat pembalap akan berperan untuk merubah titik berat motor, khususnya saat melibas tikungan dengan rebah…. saat pakai GP11, rossi kesulitan memberikan porsi titik berat motor yg cenderung kedepan (Sumbu X), karena harus mempertahankan posisi duduknya agar posisi titik berat sumbu Y (ketinggian) motor tdk berada dibawah aspal, yg menyebabkan tiba2 jatuh tidak jelas….

Kenapa Rear-End tetap Karbon Fiber ???

Ini yang sangat aneh khan?? kok tanggung2 amat?? kok tidak sekalian kek Honda yg Full Aluminium??? Jangan2 dengan memutar L menjadi V (walau sudut antar silinder stroke tetap membentuk 90 derajat), maka beban motor akan lebih membebani Rear-end, sementara Front-end dikurangi. yang mengakibatkan getaran mesin yg harus ditanggung SwingArm jadi lebih besar.

Dan Ducati Tahu, hanya material karbon fiber yg bisa menyerap getaran melebihi aluminium. Rossi tetap bisa merasakan ban depan di setangnya (Gaya TiTo)… dan bisa mereduksi getaran dibagian belakang yg mungkin tidak “cukup” bisa dilakukan aluminium??? hanya Pippo JB Rossi yang tahu….

Teka Teki masih berlanjut…. tapi sepertinya Ducati sudah benar2 mendengarkan JB Rossi seperti yamaha Furusawa dahulu… Toh Yamaha tidak merubah 4 Silinder sejajar ala Honda, tapi sasis disesuaikan dengan keinginan JB Rossi… demikian juga di Ducati… Mesin jadi V90 tapi sasis adalah permintaan JB Rossi.

Note : Perhatikan baik2 Mesin M-1 digambar atas…. terlihat seperti V ala honda… 4 silinder sejajar disatu sisi dan kompresor pneumatik disisi lainnya sebagai penyeimbang.

Desmosedici V-90 Berkonsep RCV211

Sebenarnya sudah sering saya bahas juga, tapi bolehlah sedikit diulang. Desmo dirubah V-90 bertujuan utk mendapatkan distribusi berat ditengah. Ini sudah ada sejak tahun 2001, seperti yg dibahas di mesin RCV211, jadi jangan heran kalau JB Rossi langsung tahu kalau keseimbangan bakal didapat Desmo. Lha wong duet ini yg bikin RCV211 jadi Torpedo yg Sejinak Merpati….

Lha memang yamaha yg berbasis 4 silinder segaris, dijadikan mirip V saat mesin berubah jadi pneumatik, satu sisi 4 silinder sisi yg lain kompressor utk katub pneumatiknya.

Sebenarnya konsep pertama adalah membuat sasis palang, selanjutnya diubah2 dgn gantungan ala mesin yamaha M-1 2003, setelah dapat posisi settingan pasnya, ya sasisnya dibuat memeluk mesin, dengan merubah posisi2 gantungan tersebut dgn lengan sasis permanen. toh saat perlu rubah2 dikit, bisa nambah gantungan utk extention bolt (tambahan baut), jika memang lubang baut di mesin keluar dari sasis utama.

Berikut prosesnya :

  

GLORY GLORY DUCATI JB ROSSI…

Posted on 24 February 2012, in JAMU SRONDOL. Bookmark the permalink. 32 Comments.

  1. pertamax!!!
    memang oom srondol jago analisa habis deh.
    ini dibahas sebelum yg aslinya muncul, seperti sudah tahu kearah mana pengembangan motor kang oci sama kong jebe.
    mantab!

  2. Wahh.. Mantabb Gan…!!

    Go Go Go..!! VRI46

  3. pertamax!
    Mantap!!!

  4. Blog berbobot bisa bikin pinter. Beda ama sebelah yg cuma jago bacot xixixixi

  5. Maklum n0n. Sebelah kan gk pake otak buat mikir

  6. top description dan masuk akal. god job

  7. ada electronics baru yg mau dicoba rossi sama heyden di sepang 28 besok, hasil test barbera di jerez maren

    jadi ngak sabar lihat hasil testnya di sepang, seperti apa kemajuan nya

  8. Rossi juara deh pokoknya tahun ini

  9. gila,
    ya gini analisis yang pake otak.gak asal jeplak tapi ada bukti tertulis,btul gak?
    thanks pencerahannya go 46 go!

  10. mantstab bro…dulu pernah bersih2 paddock JB pas dihonda ya bro?,trus sempet ngobrol ama JB gitu ya?…kok sip bgt analisisnya..😀

  11. Analisis bodoh versi ane :
    – sasis baja teralis tubular (monokok)
    sasis tipe ini cukup mampu membuat desmo geal geol,namun berkaitan dgn distribusi berat dmana pada trek tertentu letak mesin hrs diubah keatas atau kebawah atau maju-mundur diperlukan sasis baru. karena titik mountingnya akan berubah/pindah sesuai letak mesin. dgn cara pengelasan yg manual pada sasis ini maka waktu yg agak lama serta presisi pengelasan utk titik2 pada sasis tsb yg krg akurat menjadi kelemahannya disamping repotnya harus membuat sasis baru utk setingan yg baru/menyesuaikan trek

    -sasis fiber carbon (monokok)
    sasis ini perkembangan dr baja teralis tubular,selain beda material juga beda desain. baja teralis masih memegang/memeluk bagian samping mesin. pada fiber carbon tidak. jadi posisi mesin sbg sasis utama benar2 MENGGANTUNG. utk seting distribusi beratpun sama hal nya dgn baja teralis hanya saja material ini lbh mudah dicetak. tingkat kelenturan pada material ini msh belum ditemukan yg cocok menjadi salah satu kendalanya

    – sasis alumunium desmobox
    evolusi terkini dr inputan vale jb, dmana sasis tsb memeluk mesin sepenuhnya shg mesin bkn lagi sbg sasis utama/inti. hal ini memudahkan utk setingan distribusi berat yg mana pd perubahan letak mesin tdk memgharuskan memproduksi sasis baru utk menyesuaikannya. dgn sudut kemiringan yg diubah pula maka semakin banyak ruang gerak utk peletakan posisi mesin

    cmiiw

    #swing arm/tam
    honda,yamaha serta crt mengeluhkan getaran pada ban bridgstone yg terbaru tapi tidak dgn ducati. ko bisa?
    MUNGKIN karena desmo memakai bahan fiber carbon. yg lain msh alumunium. spt yg diketahui bahwa fiber carbon lbh menyerap getaran serta panas dibandingkan alumunium
    mungkin mastah2 dsini bisa ksh ilmu yg lbh akurat lagi😀

    • penggemar ninja

      menurut telemetri dan mechanicnya JB, ducati juga ada getar, cuman rossi ngak mengeluhkan nya, apa karena getaran kecil makanya ngak di keluhkan atau dah biasa..:), yg jadi keluhan rossi akselerasi keluar tikungan nya masih kurang..

      mari sama2 kita lihat sepang 28 feb besok

      • klo masalah akselerasi gausah dipikirin deh kaya’a,kita semua tahu om pipo bisa dg mudah ningkatin akselerasi..chassis dlu,bru kmudian mesin,itulah cara rossi..haha

    • Betul masbro
      bisa jadi getarannya direduksi oleh swing tam fiber carbon
      tapi itu perlu dibuktikan juga
      ini cuma rekaan ane aja🙂

      gak sabar bro liat sepang II🙂

  12. Kmn aja neh kok baru nongol??
    Klo bisa tiap pagi update berita dong om!!!

  13. Ari Zelalu R0551

    Bgitulah Rossi_JB ma tim’y slalu bkin kejutan…
    Seperti’y GP12 nyimpen sesuatu yg lebih bwat d Qatar !!!

  14. srondol !!!! T O P B G T

  15. wauw, lulusan s3 kyknya y om

  16. joss om srondol

  17. bikin pinter aje. Menyimak dulu

  18. mantap om srondol penjelasanya..
    go Vr 46..

  19. Mbah_Srondol akeh penggemare.Sip,maknyo….z!Go go go valentino

  20. nice info mbah:mrgreen:

  21. FOLLOWERS FBS murtad jadi FBR

    kenalkan saya pengikut setia FBS murtad jadi FBR. kemana aja dia pergi saya akan ikut. gara2 saya minum racun yg dikasih FBS murtad jadi ketagihan terus. abis racunnya enak. he.he.he… lancar jaya bang rossi!!!

  22. mau analisa sepanjang apapun klo hasilnya kyk thn kemarin percuma..

  23. ckckk,emang #46 ida jadi ikon ya di motogp

  24. I view something truly interesting about your web blog so I saved to fav.

  25. rear swingarm carbon, apakah ini sebabnya hanya ducati yg tdk bermasalah dengan chatter.
    krn karbon fiber bisa menyerap getaran melebihi aluminium…..
    semoga onda tdk baca blog ini ahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: