Spec Ducati GP12 Phoenix


SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Banyaknya permintaan dari brotherhood yg pengen tahu bagaimana speck Phoenix seperti apa, dan karena sangat terbatas informasi yg ada… harus nempel2in speck lama dgn berita2 baru… yg sudah berkali2 saya posting (di forum :red), dan sekarang hanya rangkuman dari postingan2 terdahulu tsb… Dan bolehlah kita lebay mengarang bebas ala Fans Newbie Ducati JB-Rosi :

1. Mesin GP12 Phoenix

Ducati selalu menggunakan katub desmodromic untuk semua motor2nya yg “ALways” ber-speck mesin 4 tak. Untuk motor massalnya (Termasuk Superbike) menggunakan konfigurasi L-90, pengapian Twin Pulse (Low Bang). Sementara utk motoGP sejak 2003 menggunakan konfigurasi Twin L-90 (Double L-90), pengapian Twin Pulse, dan hanya jaman stoner menggunakan Screamer (2007-2009).

Nah mesin desmosedici 990cc yg digunakan tahun 2003-2006 tersebut adl jenis mesin yg sama dgn yg digunakan oleh GP Phoenix, hanya ada perubahan sedikit dari JB Rossi utk membuat delivery tenaganya lebih smooth. Jika dahulu konvigurasi mesin selalu Twin L-90, maka GP12 Phoenix menggunakan konvigurasi Twin V-90. Pengapian menggunakan Twin Pulse ala JB Rossi (Big Bang –> Racikan resmi JB Rossi sejak NSR500 2 tak 2001).

Desmo Sedici = Desmodromic 16 katub = D-16 adalah nama lain Mesin Ducati (1 silinder 4 katub). Katub desmodromic besarnya nyaris 2X lipat dari Pneumatic… karena 2 katub pneumatic dipegang oleh satu lengan, sementara desmodromic satu katub dipegang satu lengan.

Mesin GP12 Phoenix : D-16 999cc, berkonfigurasi Twin V-90, berpengapian Twin Pulse (Low Bang/ Long Bang/ Big Bang)

2. Sasis GP12 Phoenix

Dalam sejarahnya di motor Sport superbike, ducati selalu juara menggunakan baja turbular (baja trellis), yg diikatkan di mesin (bagian depan utk front end, bagian belakang utk rear end). Kasarnya, mesin desmosedici selalu menjadi inti dari motor alias machine as Stressed Member (Mesin sebagai tempat nempel = mesin sebagai inti sasis). Mau diributkan seperti apapun, secara kodrat, D-16 sudah “semi” monokok. kalau mesin dilepas, maka baja trellis tidak bisa berdiri sendiri.

Tapi ducati tidak pernah menjadi juara dunia dgn serat karbon (2009-2011), karena tdk pernah ketemu tingkat kelenturannya, kelenturan di Qatar berbeda dgn Jerez, Catalunya, mugello, dll… masing2 sirkuit butuh kelenturan berbeda. Jadilah settingan serat karbon sulit didapat utk pembalap gaya eropa. Sasis yg dikembangkan era JB Rossi adl Sasis Deltabox/ palang kembar/ twin Spar. Banyak yg percaya sasis GP12 Phoenix sudah full deltabox ala motor2 Jepang… dan saat ini itulah yg dianggap benar.

Khusus buat yg pengen tahu deltabox seperti apa yg dipakai Phoenix, saya malas berdebat kalau ada yg bertanya, anggap
saja ini aliran yg salah
. Mesin ducati, mau L-90 ataupun V-90 adl mesin yg sama… sama2 besar, tidak bisa diharapkan langsing ala motor2 Jepang. Silahkan melihat mesin desmosedici yg sedang ikut pameran, perhatikan yg sasis baja trellis, itulah sebenarnya yg diadopsi oleh sasis Phoenix saat ini, menggantikan fungsi baja trellis, hanya bedanya deltabox phoenix dibuat menerus, dan tetap menempel di mesin (bukan sebaliknya). Deltabox ala ducati berfungsi utk menambah kelenturan mesin, yg selama ini gagal dilakukan serat karbon dan cukup berhasil dilakukan Baja trellis di superbike dan motoGP (2007).

Berikut sasis trellis superbike yg cuma nempil doang dibanding mesin desmo :

       

2. Sasis GP12 Phoenix

This is Rossi’s Ducati Desmosedici GP12
http://www.visordown.com/motorcycle-…p12/19962.html

“When compared with the GP0 design from late last year, the aluminium frame looks different as the shape appears to be a semi-monocoque chassis design, running up and over the engine rather than around the sides.

[Ketika dibandingkan dgn design GPzero di valencia akhir tahun lalu, Rangka Aluminium terlihat berbeda, terlihat seperti bentuk design sasis semi monokok, berlari menuju keatas melewati atas mesin daripada melingkari sisi mesin]

Maksud dr visordown adl batang utama sasis terlihat mengikat atas mesin menuju ke setang. Ini adl ciri khas dari sasis baja trellis yg sampai detik ini masih digunakan di motor2 massal ducati (terutama seri monster). Tapi jangan dibilang murni ala sasis trellis!! karena sasis palang ini menyambungkan front end ke rear end (sementara trellis pisah). Memang kalau hanya dilihat bentuknya saja, tanpa memikirkan konstruksi sasisnya, kita bisa pastikan ini adl deltabox murni. Dan memang rear-end dan front-end sudah tidak dibautkan ke mesin… tapi sudah ke palang aluminium. Inilah alasan Visordown dan saya sendiri, mengatakan palang aluminium ini masih Semi Stressed Member.

Kembali ke sasis, diluar kontroversi murni ala jepang atau tidak, yg jelas dgn sasis deltabox ala Phoenix, JB Rossi sudah bisa menemukan keseimbangan motor dan enaknya rasa front-end GP12 Phoenix (yg tdk pernah enak di era karbon).

Memang keseimbangan Phoenix tdk sehebat Yamaha, tapi akan dibuat seperti RCV211 yg mengandalkan akselerasi setelah keluar tikungan. Dan tanda2 alias kode2 ucapan rossi yg bilang bahwa kami perlu meningkatkan akselerasi setelah keluar tikungan, mengindikasikan bahwa ducati akan meningkatkan power & akselerasi mulai test sepang II. Dan karena keseimbangan Phoenix tdk sehebat yamaha, maka rossi sudah menyiapkan jurus Super TiTo utk bisa memaksimalkan Paket Phoenix.

3. Gearbox Ducati

Sejak akhir musim, gearbox Ajib Ducati ala Honda, yg bernama Ducati Seamless Transmition (DST) sudah beres & sudah tidak bolak balik ke-netral terus. Pippo menyatakan bahwa DST sudah klop dgn mesin 1000cc ducati. Pernah saya bahas, bahwa Gearbox Honda dan DST Ducati awalnya dibuat dan dikembangkan oleh satu perusahaan di eropa, dan setelah dibeli oleh Honda/ ducati… diserahkan ke masing2… dan tidak ada satupun yg berhak meng-Copy right-kan Gearbox jenis ini. Bahkan disinyalir.. aprilia juga mengaplikasi gearbox selevel dgn ini.

Dengan memakai magic gearbox ini, maka perpindahan transmisi, khususnya di kecepatan yg sangat tinggi, akan berjalan
dgn mulus. bahkan Pippo pernah merekam suara honda saat melibas tikungan, dan diketahui bahwa dgn magic gearbox, kurva pergerakan ganti gigi sangat mulus (hanya 8 pasang puncak), dibandingkan yamaha dan motor2 yg belum punya bisa puluhan puncak (bayangkan kurva yg digunakan utk merekam detak jantung yg naik turun –> mirip2 seperti itu). Dan Pippo sudah mempelajari itu semua, artinya DST dikembangkan dgn tujuan menyamai Magic Gearbox Honda…

Perbandingan Gearbox Ducati GP11, Yamaha M-1 dan RCV212, maret 2011
http://motomatters.com/analysis/2011…ew_hundre.html

Inilah sebenarnya alasan Pippo mengembangkan DST, karena perpindahan gigi ducati paling parah dibanding yamaha, apalagi Honda? bayangkan bgmana GP7 dikembangkan sebelum disentuh JB Rossi?? kalau gak pindah gigi pasti paling cepet (Drag Race).

Bike Average shift time (ms) Ducati 42
Yamaha 27
Honda 8

Dan GP12 Phoenix sudah menggunakan yg versi update terakhir. Sepang II akan jadi momentum pembuktian.

4. Elektronic Ducati

Ducati adl pengembang electronic yg paling canggih diawal2 800cc. sayangnya rider pengembang aka pemberi masukan tidak mengerti bagaimana memberikan arahan. Selama motor bisa diajak ngesot dan tidak mengganggu betotan gas, sudah dianggap makin paten, padahal honda khususnya yamaha via jb rossi sedang meningkatkan setting elekronik. walhasil sejak 2008, elektronik ducati terlihat makin katrok binti tertinggal dari pesaing. Tapi sejak masuknya jb rossi, elektronik diupdate sesuai kebutuhan balap, alias yg penting2. karena JB tahu apa yg harus disetting di ducati, laiknya di Yamaha.

5. Berikut adl speck Total GP12 Phoenix yg kira2 “nyaris” sama dgn GPzero kecuali bentuk V-90.

Ducati GP12 statistics revealed
http://www.crash.net/motogp/news/176…_revealed.html

Comparison of Ducati Desmosedici GP12 and GP11

Ducati Desmosedici GP12
Weight : dry 155 kg (+2kg =157kg as minimal)
Max. speed : >360 km/h
From 0 to 100 km/h : 2,6 s
Power : 250 HP

Ducati Desmosedici GP11
Weight : dry 150 kg
Max. speed : >340 km/h
From 0 to 100 km/h : 2,7 s
Power : 235 HP

Technical data of Ducati Desmosedici GP12 Phoenix

Engine
Water-cooled four-stroke engine with four cylinders and four valves per cylinder which are controlled by desmodromic valve system. The cylinders are formed in an angle of 90 degrees, tepatnya V-90.

Capacity : 999 ccm (full capacity)
Electronics : Magneti Marelli (sama kek yamaha)

Gearbox Ducati Seamless Transmition
Six-speed, with the possibility to adjust the ratio of degrees.

Clutch : Dry, multi-plate
Chain : Regina

Chassis
Ducati aluminium frame
Front fork : Öhlins with a diameter of 48 mm
Rear suspension : Öhlins
Brakes : front four-piston Brembo calipers, 2x disc Brembo with a diameter of 320 mm, rear two-piston Brembo caliper,
Brembo steel disc
Discs : 16,5“ magnesium Marchesini
Tyres : Bridgestone

Fuel tank : 21 litres
Fuel : Eni (jaman dulu Egip)

Posted on 18 February 2012, in JAMU SRONDOL. Bookmark the permalink. 27 Comments.

  1. Kenapa rossi g mengembalikan ducati k sasis baja trellis, trs dkmbgin biar lbih sempurna. Bukankah rossi menyukai tantangan sprt yg fbr blg.

    • yg perlu ditakluk-kan jb rossi adl mesin desmosedici. itulah identitas ducati, desmodromic. orang jenius kayak jb rossi tahu apa sasis yg paling cocok utk menaklukkan desmodromic, kagak butuh 300 mesin per-tahun tapi hasilnya parah bin bobrok. udah gitu ngakunya kagak didukung penuh ducati? 300 mesin jadi sampah, ngapain kerja stoner tuh? jangan2 ngasih petunjuk ngak jelas. kakakaakakaka
      kayak kamu yg sok ngasih petunjuk. buktiin dulu GP11 (bukan GP11.1) pakai sasis aluminium. jangan asal njeplak

      • Bro midas46, emg gp11.1 pke sasis apa’an? Pke data y, jgn ikut2an w g pke data, trs p’tanyaan2 w lain jg djwb dong, jgn dplh yg gmpg2 z, bro midas46 kan pinter, thank’s.

      • @tukang batu: iya lupa, kamu kan gak pake data ya. jadi acat njeplak. kalau gitu ngak perlu dilanjutin. maklum deh, tukang batu.

    • Mngkin sasis baja trelis uda mentok perkembangannya. Mengingat 2008 udah jadi sasaran rossi. Diharapkan sasis karbon jdi penerus sasis trelis tp hasilnya gk sesuai harapan. Menurut ane sih. Kalo menurut jb-rossi ya gk tau soalnya orangnya bl0m telp ane wkekekekek

      • Bro midas46, anda selalu bicara data, tp anda sndr g bs m’buktikan dg dta, gmn ini?

      • @tukang batu: maaf, saya tidak tertarik sama orang yg ngak punya data, alias asal njeplak. data banyak di trit mbah srondol, sayang kamu cuma pengintip. tidak tertarik debat sama fans yg ngak punya blog sendiri, datanya kamu kagak ada sih. ngapain ngasih data ke yg asal njeplak FBS FBH. keluarin data kamu dulu, upss memang ada?

      • @tukang batu: karena kamu sopan, bolehlah sedikit bagi data. GP11 sudah selesai di silverstone, dan assen rossi sudah pakai GP11.1, jadi memang tidak pernah ada yg namanya GP11 pakai sasis aluminium. stoner saja mengakui kalau tdk ada pengembangan dari ducati, padahal sudah menghabiskan 300 mesin/ tahun (sdh baca artikelnya kan?). rossi saja sudah bilang GP11 sudah dikembangkan ke arah yg ngaco. nih sumbernya, bukan asal njeplak kayak FBS:

        2011 MotoGP Assen Wednesday Round Up: The Ducati GP11.1, Or Rossi vs Stoner
        http://www.motomatters.com/analysis/2011/06/22/2011_motogp_assen_wednesday_round_up_the.html

        Rossi laid the problems of the GP11 firmly at the door of Casey Stoner. “Stoner was riding the bike in a very good
        way,” Rossi conceded, but the bike had not been developing in the right direction, and the results of the Ducati
        had got worse every year. “I think this bike is at the end of it’s development.

        Stoner said: ” From 2007 to 2008 they changed more or
        less nothing. 2009 and 2010, other than the chassis? That’s it. We didn’t change anything also in the past years.
        We changed to the big bang engine, but that was it. We did small steps each year and that’s all they had the time for,
        they had all the season to develop one thing, we changed that & that was it.

  2. penggemar ninja

    like this bro..:D

    mantab…ngak sabar lihat sepang part 2

  3. Baja teralis ditinggalkan karena sulit utk setup
    karena baja teralis utk menyambungnya pake metode manual aka di las dgn tangan manusia

    akurasinya gak mencapai 100%

    pada tiap trek maka dibutuhkan setup yg berbeda pada sasis
    artinya sasis diproduksi ulang sesuai data yg didapat pada trek yg diuji

    dgn diproduksi ulang sasis menyesuaikan karakter trek dibutuhkan akurasi yg paling tepat
    tapi namanya pake tenaga manusia langsung akurasinya terkadang beda2
    beda sudut pengelasan aja dah beda hasilnya

    akurasi yg tidak bisa dikatakan tepat dan produksi yg memakan waktu
    karena alasan inilah ducati meninggalkan baja teralis tubular sbg sasis

    maka lahirlah sasis serat karbon

    karena selain ringan,produksinya lbh mudah-tinggal cetak sesuai keinginan

    yg ternyata hasilnya jauh dr harapan

    cmiiw

    • betul masbro
      sasis baja tralis sama sekali tidak dilirik untuk dicoba .. walaupun sasis type ini pernah jadi juara (walaupun menangnya vs katup pegas). Kalau emang bener bagus dan jadi juara ngapain juga ducati malah berpikr untuk menggantinya dengan monokok karbon ??? Ternyata masalahnya memang sangat prinsip … sasis tralis tidak mempunyai konsistensi data sehingga sangat susah buat seting motornya. Dua motor yang identik aja (dengan seting yang sama), stoner bilang rasanya bagaikan bumi utara dan selatan.
      Mungkin juga stoner males baca data motor karena bawaan saat nyemplak GP7. Percuma saja baca data motor karena data yang dihasilkan aja gak konsisten. Dengan setup yang sama respon motor kadang positif kadang negatif ..akhirnya balap ngandelin feeling aja.

  4. GP11.1 memakai sasis monokok serat karbon dengan lengan alumunium

    tapi masih keluarga monokok karena mesin masih menjadi inti sasis
    cmiiw

    • Pantes aja kgak bisa diseting, lah mau seting sasis aja harus sepaket ama mesinnya. Sedangkan mesinnya pun udah di segel dorna jadi gk bisa di utak atik titik keseimbangannya. Ini pendapat ane. Kalo salah mungkin yg dibawah dibisa benerin

      • Kao gak salah bisa di seting
        baja teralis tubular kan bentuknya frame truss
        berbentuk spt kumpulan segitiga

        tgl sesuaikan dgn mounting pada mesin

        tapi spt nya seting nya gak se fleksibel sasia twin spar/beam

        spt nya sasis tubular baja teralis msh lbh baik dr serat karbon
        hanya saja tingkat akurasinya terbilang kurang utk jenis prototipe
        cmiiw

    • Oke om R12, bisa dterima, lumayan dpt p’cerahan. Thanks…

    • iya sih
      setahu ane juga kesimpulan terakhir pippo dari hasil pengembangan desmo selama ini adalah tidak ada masalah dengan material sasis, yang jadi masalah adalah disain sasis yang menyebabkan permasalahan dengan distribusi berat.

      • Betul masbro
        tapi materialnya mkn masih perlu dipertanyakan
        dalam hal ini fiber carbon
        yg belum ditemukan racikan kelenturan dibandingkan alumunium

        jika memang benar material gak ada pengaruhnya antara fiber carbon dgn alu

        kenapa test jerez, gp 11.1 diturunkan dgn sasis monokok spt motor vale di aragon

        kenapa gak buat sasis twin spar dgn material fiber carbon?

        O.o

  5. waaaw,hot bike!

  6. @R12
    Jawaban anda bagus sekali, tdk ada unsur menyerang ato menyalahkan phk lain. Thanks sekali lagi.

  7. Oke bro midas46, thank link data’a wlp ane g tau arti’a, baca’a j susah. Gp11 yg w maksut dsini adl motor yg dpke rossi 2011, tp gpp udh dpt sdkt p’cerahan dr bro R12. Tmbhn lg ane g t’lalu serius nanggepi ini, soale ane bukan pemerhati/pengamat motogp, tp ane hny sekedar penikmat tontonan motogp. Soal koment yg dianggap ngawur tu sekedar uneg2, toh ntr jg ada yg mbenerin.

  8. saya fans Stoner HRC yang goblog

    widiiihh.., bagus ya GP12. jenius jg ya si rossi nih. berarti dia emang pengembang motor ya? kalo gitu sayah salah dapet info dong. karena kata temen2 sayah, stoner itu yg jago ngembangin ducati jadi jurdun 2007. tapi segoblog2 nya sayah dan temen2 fans stoner, sayah bangsat eh bangga anaknya udah lahir. namanya kalo ga salah VALENTINA ROSSIANA, lahir tgl 16 feb kemaren. …

  9. Simply a smiling visitor here to share the love (:, btw outstanding pattern .

  10. inti sebenarny dr modifikasi GP12 adalah, “jgn ngikutin + bersikeras utk berada pada filosofi yg mrugikan diri sendiri klo memang mw kompetitif dalam bersaing” .😀

  11. It’s not often very easy to keep constructive, but surrounding myself with wonderful pals as well as a suportive friends and family constantly makes it simpler. I remind myself frequently that every day is actually a gift, and we are lucky to get up each and every morning and consider component in it…

  12. The 2011 Frazier Canteen dinner & dance is SOLD OUT! If you’d like to be added to our mailing list next year, call (502) 753-5663.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: