Sasis Aluminium Solusi GP12 Phoenix


SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Sebenarnya apa yg yg diucapkan fans stoner itu tidak 100% salah, ducati menyontek yamaha honda. Tapi mereka tidak punya data kenapa bisa seperti itu, karena itulah bedanya kita dgn mereka!! Stoner baru 2X juara, Rossi sudah 9X dan sudah punya sejarah sendiri, dan itulah untungnya kita Fans Legenda Balap yg masih Aktif… JB Rossi !!!

Kenapa bertahan dgn serat karbon di 2011?

Sebelum menjawab ke pokok kenapa JB Rossi memaksakan sasis Deltabox utk GP12 Phoenix? marilah kita melebay ke kejadian sepanjang musim 2011, saat JB Rossi Ngendon di Ducati.

Setelah dikhianati Yamaha, JB Rossi boyongan ke Ducati. Iming2nya Ducati akan membuat motor hebat utk JB Rossi, khususnya motor utk 2012. Dan sebisa mungkin ducati akan membuat motor GP11 bisa kompetitif utk JB Rossi.

Setelah mencoba ducati di valencia 2010 utk pertama kalinya, rossi masih sakit bahu dan hasilnya payah. Jadi satu2nya cara mengembangkan ducati 800cc (utk 2011) dan 1000cc (utk 2012) adl dgn pengetahuan yg JB Miliki dalam mensetting pengapian dan elektronik ala ilmu Honda dan disempurnakan di Yamaha. Jika mesin GP7 800cc hanya diperbaiki engkolnya menjadi lebih berat, maka mesin GP12 1000cc dikembangkan menurut masukan JB berdasarkan karakter balap Rossi. Karena Rossi bahunya belum sembuh benar, makanya ketika nyoba ke dua motor (GP11 & GP12) dianggap akibat sakit bahunya.

Dan JB Rossi terpesona dgn kecanggihan Sub Sasis Serat Karbon yg memang bisa diatur2 kelenturannya. Dan saat pertama mencoba GP12 serat karbon, rossi merasa motor enak banget, rasa front end enak dan rear end enak.

Rossi mulai sembuh bahunya di Katalunya 2011, dan dgn update engkol berat plus delivery mesin GP11 plus swingtam, hasilnya sangat bagus… Karena bahunya merasa sudah sembuh, maka rossi segera tahu enak tidaknya ducati GP11 secara penuh. Eh ternyata rossi menemukan bahwa settingan monokok serat karbon tidak bisa sama di setiap sirkuit shg tidak bisa buat dasar settingan. Apa yg dia rasakan sejak seri pertama Qatar ternyata bukan melulu karena bahunya, tapi lebih kepada sasis motornya. Kegagalan GP11 di Silverstone membuat semua team ducati lembur mempersiapkan motor baru GP11.1 utk digunakan di Assen.

Mungkin Pippo mulai ketar-ketir sama janjinya ke JB Rossi bahwa Dia bisa menemukan kelenturan yg pas utk motor GP11.1 (yg merupakan destroke dr GP12 1000cc). Jelek di sachenring, lumayan di Laguna, tapi kegagalan di Mugello-lah yg membuat rossi patah arang dgn sasis serat karbonm sampai2 helm mata berganti jadi helm what the F*ck (WTF). Gearbox DST pun masih bermasalah krn sering nyangkut di normal….

Mulailah ada isu di internal ducati bahwa rossi menekan pabrikan utk segera membuat sasis deltabox ala Jepang. Kalau sampai Vito Guareschi bilang JB Rossi musuh ducati di musim 2011, saya bisa tebak mungkin sejak hasil di seri Silverstone. Mungkin ketakutan pabrikan ducati (orang2 lama di ducati) adl mereka sama sekali tidak punya pengalaman bikin sasis deltabox, punyanya hanya sasis aluminium monokok yg dicoba dan ditolak stoner tahun 2008. Palang Alu dan Monokok alu tidaklah sama…. monokok alu sbg solusi ducati lama dan deltabox alu sebagai solusi JB Rossi.

Kedua2nya dijalankan secara paralel, monokok alu dicoba di seri aragon, hasilnya sama dgn atau jika mau dikatakan sedikit lebih baik dr versi full serat karbon. Sambil menunggu sasis deltabox versi pertama yg dibuat oleh FTR di inggris (diakui Pippo, desain dilakukan oleh internal Ducati sendiri), Ducati JB Rossi memanfaatkan beberapa seri terakhir utk mengetahui batas2 settingan geometri mesin desmosedici, setting naik turun maju mundur bolak balik.

Kenapa kok bisa Pakai Deltabox Aluminium?

Seperti yg diceritakan diatas, janji orang2 ducati lama via Pippo kepada JB Rossi utk menemukan kelenturan sasis serat karbon gagal total, sehingga mau tidak mau Pippo and the gang membuka resep Master Furusawa yang sudah lusuh : “Jika Mau Sukses, turuti semua kemauan JB Rossi 100% tanpa ada bantahan lagi !!”

Berhubung JB Bilang bahwa mesin desmosedici tidak bermasalah, dan tidak perlu mengembangkan Pneumatik… otomatis Pippo setuju 100% dan dibuatlah proyek paralel deltabox yg diawasi langsung oleh Pippo dan JB Team. Sasis Trellis juga sudah dimajukan kedepan JB Rossi, tapi ditolak mentah2 karena dudukan2 baut ke mesin tidak bisa dirubah2 sehebat Deltabox aluminium… dan karena pengelasan tabung2 turbular trellis yg tdk bisa 100% presisi, menyebabkan jenis sasis tipe ini pasti berbeda hasil walau dipasang dimotor yg “dikira” identik. daripada capek2 buang duit & waktu yg makin terbatas… dipilihlah usul JB Rossi!! Deltabox Aluminium ala Yamaha.

Jangan samakan Ducati dgn pabrikan2 Jepang yg bisa bikin 5 alternatif motor sekaligus, ducati hanya mampu membuat dua alternatif sekaligus, itupun sudah menghabiskan budget 50% lebih banyak dari tahun2 sebelumnya, yang walaupun jika dibandingkan ke budget Honda, selevel sama biaya bikin Magic Gearbox-nya doang (yg mungkin jg 10 alternatif). Setelah 2 bulan dibuat, lahirlah versi pertama deltabox hybrid di test valencia, dimana sasis mesin sudah deltabox tapi rear-end masih menggunakan Serat Karbon… bergelar GPzero motor Laboratorium.

Setelah mendapat segelondong data dari GPzero, semua team ducati dan JB Team berkumpul di Borgo Panigale setelah Valencia, dan hanya terpotong liburan Natal/Tahun baru. Setelah itu berkumpul lagi utk menyiapkan motor agar bisa ditest Checa Battaini di Jerez, sampai2 saat acara Wrooom… anggota ducati JB Team masih utak atik GP12 Phoenix yg Baru. Baru diketahui setelah test Sepang, bahwa perbedaan utama GPzero dan GP12 Phoenix adalah konvigurasi Phoenix yg V90.. nyeleneh dari konfigurasi asli ducati L-90.

Itulah sekelumit kisah latar belakang kenapa akhirnya yg dipilih ducati JB Rossi utk menaklukkan Ducati Desmosedici adl sasis Deltabox ala motor2 Jepang. Tapi rahasia dibalik kisah inilah yg akan kita bahas… lagi2 masalah sejarah Sang Legenda Hidup MotoGP… yg tidak dimiliki rider aktif saat ini… hehehehe

Inilah kumpulan artikel yg disodorkan JB Rossi saat memaksa utk dibuatkan Sasis Deltabox !!

Apa Rahasia dibalik Takluknya Pippo and The Gang pada JB Rossi?

Sejarah kembali ke awal2 tahun 2001an… dimana pabrikan2 besar mulai mengembangkan mesin 4 tak atas usul Honda dengan dalih Go Green… padahal memang penjualan motor2 honda terbesar adl seri 4 tak-nya, bukan 2 tak-nya. Saat itu WSBK di kuasai oleh desmosedici 4 tak dan Suzuki 4 tak, mau juara GP500 2 tak, tapi yg juara 4 tak adl Ducati. Suzuki sebagai runner up mulai mengerogoti pasar motor sport “Pabrikan Jepang” didunia.

Seperti yg diungkap rossi di artikel yg saya posting sebelumnya (bukti JB Rossi bikin motor NSR s/d M-1), bahwa di paddock motoGP sangat sedikit yg mengerti dunia motor secara mendetail, selain dirinya Doohan, JB dan Kenny Sr dan beberapa orang lainnya (10 orang). Inilah yg menjadikan semua pabrikan bisa diperdaya oleh Honda dalam arah pengembangan motor 4 tak 990cc. Disaat Pabrikan2 lain mencomot sasis motor2 2 tak-nya utk dipasang di Mesin 4 tak, Honda telah mengembangkan sasis yg berbeda dari versi 2 tak yg sebelumnya. Honda memang berhasil mengalihkan arah pengembangan 4 tak ke mesin 990cc-nya saja… sehingga begitu musim berjalan, semua pabrikan lain pada kaget saat Rossi dan tohru ukawa melibas motor2 mereka dgn mudah. Dan tahun2 inilah rossi banyak mempermainkan pembalap2 lain.

Disaat pabrikan lain hanya mengembangkan mesin, Honda ternyata sdh menciptakan motor & sasis baru yg menghabiskan dana sebesar Rp. 1.3 Trilyun… wow inilah motor yg disebut Torpedo Sejinak Merpati. Jumlah yg luar biasa untuk tahun 2000an awal… saking niatnya jadi penguasa motoGP. Inilah artikel tersebut :

  

Dan berdasarkan artikel sebelumnya, Jb Rossilah yg mengembangkan sasis RCV211, yang awalnya tertinggal 6-7 detik dr NSR500, dalam waktu dekat sudah unggul +2detik… dan dua tahun pertama JB Rossi mengutak-atik RCV211 khususnya sisi geometrinya, sehingga bisa melibas tikungan dgn nyaman dan ngamuk di track lurus berkat akselerasinya. Saking Hebatnya motor pengembangan JB Rossi… sampai tahun 2006, RCV211 “nyaris” tidak ada pengembangan lagi.

Makin Nunduklah Pippo Team Melihat Kisah Ini

Setelah binggung mengembangkan RCV211 setelah ditinggal JB Rossi ke Yamaha, Honda memaksakan Regulasi 800cc yang gagal total sampai masuknya trio italiano dari yamaha ditahun 2010. Dan mungkin berkat gearbox magic-nya Honda lewat stoner bisa meraih jurdu di musim terakhir 800cc yg dulu dipaksakannya sendiri.

Kalau memang HRC jago membuat motor diluar JB Rossi, kenapa Yamaha bisa mengalahkan Honda 2004-2005 & 2007-2010. Ini karena memang yg memegang kunci pengembangan sasis twin spar honda adalah sang duet legendaris JB Rossi.

Data2 pengembangan memang dimiliki aslinya oleh Honda, tapi tidak ada yg bisa mengaplikasikannya dengan benar. Sementara JB Rossi yg cuma bawa foto copyan-nya, karena mereka yg mengembangkan dari awal (Praktek dewek), jadilah langsung bisa diterapkan ke Yamaha secara sempurna…. membuang mesin berkatup 5 M-1 2003, menggantinya dg mesin berkatub 4… membuang sasis gantung monyet M-1 2003 dgn sasis memeluk mesin ala RCV211. Mengaplikasikan pengapian bigbang ala V-5 Honda ke I-4 Yamaha…. kalau bukan yg memang bikin RCV211 mana bisa kek begini??? Lha HRC yg pegang File aslinya aja kagak bisa bikin V-4 800cc sampai harus bajak Trio Italiano Yamaha murid JB.

Selain kisah sukses mengembangkan NSR500 dan RCV211 bersasis Aluminium, JB Rossi meminta Pippo kembali membaca Resep Master Furusawa yg “ternyata” udah ketumpahan Kopi Prof. Pippo… dengan tangan gemetar, Prof Pippo membuka resep sukses dari Master Furusawa… yg lengkapnya bisa dibaca di Crash.net berikut :

Furusawa reflects on eve of Yamaha, MotoGP exit
http://www.crash.net/motogp/news/166…togp_exit.html

Master Pippo yg awalnya ragu2 bisa membuat sasis aluminium karena sepanjang sejarah ducati tidak pernah memakainya, akhirnya tersadar bahwa dua orang dihadapannya adl dewa sasis aluminium… mereka berdualah yg membuat motor2 Honda dan yamaha bisa hebat2 dipakai semua pembalap…. Jaman Doohan hanya dia yg bisa bawa, criville malah pakai motor versi Drag Race utk jurdu 1999. Pippo teringat, Sete Gibernau adl pembalap cemen saat di Honda NSR dan Suzuki, tapi begitu nyemplak RCV211 bisa super… Melandri yg melempem di yamaha tiba2 bisa dapet runner up 2005 dgn RCV211 (Melandri dgn M-1 2003 ke-15 & 2004 ke-12).

Akhirnya sang profesor bapake ducati motoGP ini membuka hati-nya… dan bersedia mengabulkan permintaan JB Rossi yg juga sudah membuktikan semangat pantang menyerah saat terhina dina dgn hasil balap dgn sasis serat karbon.

Bagaimana Sasis deltabox Di design di Borgo Panigale?

Seperti yg sudah diketahui, JB Rossi adl dewa pembuat sasis aluminium dan Pippo adl pembuat mesin motor Ducati motoGP. Bersama2 merancang bentuk-nya… mesin desmosedici yg besar dan terbiasa dgn sasis trellis, akhirnya disepakati membuat sasis aluminium dgn basis bentuk trellis, dan karena sudah ada swingtam, maka ramuannya makin sempurna. Dari gabungan pengalaman di 2011, diputuskan bentuk sasis deltabox desmosedici adl semi stressed member (buat yg tdk yakin bolehlah disebut full deltabox jepang), mengingat mesin masih berkatub desmodromic yg besar.

Design pertama yg keluar adl sasis yg mengakomodasi bentuk mesin L-90, agar hasil catatan weight distribution selama 2011 tidak hilang percuma. dan jadilah versi sasis aluminium pertama yg ditest di Valencia bernama GPzero motor utk laboratorium. Akhirnya dgn Basic data dari hasil test GPzero, Pippo membuat hipotesis bahwa dgn merubah L-90 jadi V90 maka desmosedici akan menjadi lebih baik, rasa front-end menjadi lebih enak… dan akhirnya hasilnya positif. Tidak percuma JB Team & Pippo team yg sekarang benar2 layak kita sebut Ducati JB Rossi.. ngendon di Borgo panigale 2 bulan.

Preziosi: “Hipotesis Kami Benar”
http://www.motogp-mania.com/preziosi…sis-kami-benar

“Bagian paling sulit adalah memahami apakah ide sudah benar. Masalah kami jelas, seperti umpan balik dari pembalap, dan test tahun lalu mendorong kami ke arah yang pasti, tetapi konfirmasi nyata hanya berasal dari pembalap. Itu adalah sesuatu yang Anda tidak dapat simulasikan di komputer. Valentino merasa percaya diri dengan front end yang sebelumnya ia telah kehilangan. Selama musim lalu kami menuju ke arah ini, mengubah sebanyak mungkin, tapi kami memiliki batas batas tertentu yang menahan kami. Ketiga hari (test) telah memberikan konfirmasi bahwa hipotesis kami adalah benar.”

Apakah Ini Sebuah Keajaiban?

Kalau dilihat dari sisi pengembangan, normalnya motor benar2 bersasis baru adl 2 tahun… tapi GP12 Phoenix hanya dibagun total kira2 6 bulan… sangat ajaib mengingat Ducati sama sekali tidak pernah pakai Sasis aluminium di motoGP. Tapi kalau dilihat sejarah penciptaan NSR500 bigbang, RCV211, dan M-1 990 800 oleh JB Rossi… adalah hal normal.

Semua bersasis aluminium… mau mesin V-5 atau I-4 asal sasisnya deltabox ramuan JB Rossi, maka hasilnya adalah motor2 yg enak utk semua pembalap… dan karena desmosedici adl V-4.. bukan perkara susah utk JB Rossi.

Hanya orang yg tertutup hatinya yg tidak mau mengakui bahwa sejarah kesuksesan JB Rossi dg sasis aluminium sejak jaman NSR500… kesombongan ducati telah melakukan itu… dan akhirnya percaya bahwa JB Rossi adl pengembang motor juara yg enak disemplak semua pembalap.

Nyontek Jepang Dong?

Memang Nyontek, tapi siapa yg meletakkan dasar honda bisa disemplak semua rider? Doohan hanya nyemplak sendiri, Criville lebih parah, tapi lihat di artikel dan sejarah Sete, melandri, Ukawa… apa komentar mereka thd motor2 buatan JB Rossi? bahkan jolor Spies harus balik ke settingan JB Rossi utk juara di 2011.

Boleh dibilang, Honda NSR500 & RCV211 dibuatin JB Rossi, Yamaha nyontek ilmu JB Rossi… kalau mau jujur diakui, JB Rossi-lah biang pembuat sasis hebat… pabrikan hanya yg nyetak. Siapa yg nyontek? Ducati memakai ilmu yg dimiliki oleh JB Rossi… tidak ada yg perlu dipertanyakan! ada yg menuntut ducati pakai deltabox? ada yg menuntut yamaha pakai sasis memeluk mesin ala RCV211? hanya FBS yg berpikiran picik yg mengatakannya!! data & fakta yg sudah dicetak jauh sebelum nama stoner terdengar… bukan baru kemarin dicetak Lho!! Sejarah hanya dimiliki Legenda, yg lain baru nyoba2 bikin sejarah….

Kok Ngak Nyoba Sasis2 Lain?

Udah dijelaskan di atas… ducati tdk mampu membuat alias mencetak sasis serat karbon dgn kelenturan yg diinginkan oleh JB Rossi… sasis Trellis juga tidak meyakinkan… ngapain coba2 yg ngak jelas… yg harus dibuat juara adl mesin desmosedici berkatub desmodromic cirikhas ducati!! Mesin yg lebih besar dari honda yamaha pneumatiklah yg harus ditaklukkan… karena itulah cirikhas ducati. Lagipula jika sudah jadi profesor doktor dibidang kedokteran bedah jeroan, sayang kalau nyoba2 jadi dokter anak… walau sama2 bertujuan menyembuhkan manusia. Karena tujuannya adalah jadi juara motoGP… ilmu dewa sasis aluminiumlah yg dimanfaatkan menaklukkan desmosedici….

Lihat sasis nempil ala baja trellis berikut (susah kan kalau rubah2 naik turun depan belakang ala aluminium) :

Yang Bikin Kan pabrikan Bukan JB Rossi?

Seorang arsitek hebat tidak bisa membangun sendiri gedung pencakar langit yg digambarnya. Insinyur Sipil dgn para Tukang bangunanlah yg membuat dari perataan tanah, penggalian, pemancangan, pengecoran, pemasangan bata, kaca, dll. Tapi setelah bangunan pencakar langit jadi.. yg tertera di Sejarah gedung adalah : NAMA ARSITEKNYA…. nama tukang kayu dan tukang batunya tidak pernah akan disebut.

Siap2lah dengan Kehebatan Semburan Api Neraka dari Phoenix… Melawan negara Api dunia dengan Semburan Api Neraka..
Siapa yg lebih gosong/musnah?

Posted on 18 February 2012, in JAMU SRONDOL. Bookmark the permalink. 64 Comments.

  1. PERTAMAX!!! MANTAP, PADAT, SEGERRR!!!

  2. Pertamax

  3. theking of speed

    Haduuuhhh, musim lalu, hampir tiap race para fans lebay di detik forum mengklaim kalo jbrossi udah punya solusi. Sampe keluar kata2 “peluru sedang disiapkan”, “singa siap keluar dari kandangnya” dan lain2. Tapi hasilnya???? Tetep aja nyalahin CS27.
    Hellloo fbr, jangan terlalu lebayyy, inget jagoan kalian aja realistis lho!

    • itulah hebatnya fbr bos, walau jagoan terpuruk tahun lalu masih tetap semangat. rossi aja nyalahin stoner, preziosi aja nyalahin stoner, memang kenyataannya stoner yang ngak bisa ngembangin motor. stoner aja ngakuin kok, walau agak ngibul “ngaku” kalau ngak disupport ducati, padahal udah ngabisin 300 mesin.

      2011 MotoGP Assen Wednesday Round Up: The Ducati GP11.1, Or Rossi vs Stoner
      http://www.motomatters.com/analysis/2011/06/22/2011_motogp_assen_wednesday_round_up_the.html

      Rossi laid the problems of the GP11 firmly at the door of Casey Stoner. “Stoner was riding the bike in a very good way,”
      Rossi conceded, but the bike had not been developing in the right direction, and the results of the Ducati had got worse
      every year. “I think this bike is at the end of it’s development.

      Stoner said: ” From 2007 to 2008 they changed more or
      less nothing. 2009 and 2010, other than the chassis? That’s it. We didn’t change anything also in the past years. We changed
      to the big bang engine, but that was it. We did small steps each year and that’s all they had the time for, they had all the
      season to develop one thing, we changed that & that was it.

      Lha juara dunia 2011 ngak ada yg mau bikin blognya sendiri? tanya mengapa? apa hobby cuti balap saat kalah, muntah di helm saat kalah? jadi malu ya kalau jurdu nonjok pembalap lain? kekekekeke

      • theking of speed

        “rossi aja nyalahin stoner”
        Jawabnya: udah baca tulisan mbah srondol bahwa masalahnya memang ada di bos ducati yang selama setahun seakan “bermusuhan” dengan ide2 JB-rossi?

        “stoner aja ngakuin kok, walau agak ngibul “ngaku” kalau ngak disupport ducati”
        Jawabnya: ini hanya asumsi anda yang memang merendahkan CS27.

        “padahal udah ngabisin 300 mesin”
        Jawabnya: karena dengan beginilah ducati bisa menyanggupi. hasilnya masih bisa dibayar kok lewat beberapa podium. Ingat bro, disaat pengembangan yg lain mentok (karna ducati gak punya duit), plan B harus tetap dijalankan, seburuk apapun.

    • bener apa yg dibilang di bawah guwa tuh, si midas46, kenapa ya kalo bahas stoner tetep kaga rame? duah ikut guwa aja murtad dari FBS. guwa liat si rossi realistis sih realistis, tapi semangatnya itu bro yang spesial. kalo stoner jurdun iya, tapi kayanya mo jadi kaya rossi kaga mampu. makanya stress kalo debat sama rossi. marah mulu. ogah guwa ikut ngefan sama jurdun cengeng gitu… halo FBR, rossi okeh!

      • sori, maksudnya di atas guwa. kalo di bawah guwa si tukang batu. temen guwa juga, cuman udah mulai demen sama rossi dia. kalo kaga kesini, rasanya bijimana gitu dia.

    • dimana-mana namanya fans pasti lebih semangat dari idolanya
      makanya jangan heran kalo ada idola yang bangkit semangatnya setelah melihat antusias fans nya. Karena fans juga akan memberikan spirit baru ketika seorang idola sedang dalam kondisi terpuruk.
      Idola tanpa fans pasti garing …
      lebih garing lagi kalo idola sama fans nya sama sama letoy

  4. Ane jd t’sanjung, soale nama ane ikut dsebut, matur nuwun penulis. Mnrt ane tokoh kunci’a adl JB, soale udh t’bukti duet dg doohan m’hasilkan juara dunia, smentara rossi blm prnah duet dg mekanik lain trs juara.

    • klo menurut saya tokoh kuncinya ya TIM “DUCATI-JB-ROSSI” untuk saat ini, emang jb jago setting, tp klo ga ada masukan dari pembalapnya bingung jg kan dia, klo jb mo nyoba sendiri nganggur dong pembalapnya…

      rossi sebelum ke 500cc pernah juara dan mekaniknya bukan jb tuh…:D

      satu untuk semua dan semua untuk satu

    • JB juga kalau kerjasama dgn rider bermental teri takkan bisa klop.

      btw tukang batu rajin y k mari.. sring2 aj k mari…biar naik ni rating blog…

      • @schoo67,
        Selama blog ni msh bs diakses g da salah’a ane ikutan nimbrung wlp ane fbh/fbs, kcuali blog ni dh diprotect. Nama’a jg belajar hrs dr byk sumber, wlp sumber tu g sealiran dg kita tp kan pst ada benar’a/baik’a, nah itu yg ane ambil. Begitulah kira2,,,

    • hehehehehehh
      jangan keterlaluan dalam menuntut pembuktian dari rossi mas bro ..
      9 x juara dengan 3 motor yang berbeda (termasuk aprilia), dengan berbagai macam regulasi dan dengan berbagai macam era pembalap dan saat ini masih eksis melawan juara dunia yang berusia lebih muda. Emang sulit menjadi seorang bintang tetapi mempertahankan agar bintang tetap menyala adalah lebih sulit lagi. Tidak semua orang bisa melakukannya, apalagi usianya semakin bertambah sedangkan rider muda semakin bermunculan dengan talenta yang semakin baik.
      Salah satu kemapuan rossi selain membalap di track adalah memberikan kemampuan memberikan informasi motor dengan lebih detail, kesukaan rossi melihat telemetri dan data motor selama di paddock mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa informasi dari rossi lebih dimengerti oleh mekaniknya.
      Rossi tanpa JB tidak ada yang tahu hasilnya
      JB tanpa rossi …ternyata memilih pensiun … hanya rossi lah alasan JB bertahan sebagai mekanik

      artinya dah tahu sendiri kan ???

  5. W heran m org2 yg b’anggepan kalo stoner juara dunia krn keberuntungan, sprt’a mereka g mau mengakui skill stoner krn suka ngacir, pdh kan ngacir perlu skill jg.

    • hahahahahaha….. “pdh kan ngacir perlu skill juga” << betul banged bro, banyak kok bro yg ngakuin skill stoner, jagoan saya aja ngakuin klo skill stoner 10 10…

      cuman kurangnya dia kurang menghibur klo lagi balapan, klo dia dah ngacir udah bisa ditebak yg nyampe finis duluan sapa, itupun klo ga jatoh… jadi kurang bikin greget lah….

      tp klo kang rossi ya tau sendiri lah, yg kita tunggu pasti aksi salip menyalipnya, dan selebrasinya klo finis duluan, sayang taun kemaren puasa 1st

      dan tahun 2012 ini jangan ada puasa podium disemua sirkuit, semoga didengar sama Tuhan YME

    • @TUK4N9||B4TU gk ada yg namanya keberuntungan kalau udah juara dunia, beruntung dapat setingan dan pengembangan motor bagus dari bekas capirossi mungkin. dan gk ada yg bilang skill mengendarai motor stoner gk hebat, cuma sayangnya stoner kurang bisa mengembangkan dan memberi masukan agar motor menjadi lebih baik. dimana tim dan rider lain berlomba-lomba mengembangkan motor kearah yg lebih baik.
      sedangkan rossi selain rider yg hebat jg bisa memaksimalkan potensi yg ada dalam motor dan dapat memberi masukan dalam pengembanggannya.

      itulah perbedaan besar antara stoner dan rossi, stoner meraih kemenangan dengan cara memaksimalkan kekuatan motor pada saat race. Sedangkan rossi selain rider yg handal, mampu mengembangkan potensi yg ada di dalam motor agar dapat membantunya meraih kemenangan pada saat race.

      • di HRC sekarang Pedrosa lah yg kerja keras ngasi input pengembangan makanya prestasinya di race rada kurang karna kerjaannya lebih banyak. kalo #27 sih tinggal ngacir aja…kalo semua rider motogp seperti itu, niscaya motogp dalam waktu dekat akan kiamat.

  6. mantap om srondol… emang kesebut ya tukang batu di artikel? ke sebut untuk kaga disebut. kata om srondol ” nama tukang kayu dan tukang batunya tidak pernah akan disebut”. salah persepsi dia… hahahahaha….

    • Om bontot46, nama tukang batu disebut utk tdk dsebut, gpp biarin z. Brrt keberadaan ane dimari sngt fenomenal, smp2 penulis inget trs utk dmasukin k artikel. Yg lain mah lewat doang, g sempet mampir dpikiran penulis. Bukan begitu om srondol,,,? Yaaa

  7. @fbs murtad, w maen dimari krn enak z, soala begitu komen lgsg da yg mbls, n w g ambil pusing, maka’a koment2 w brasa adem wlp mnrt fbr kata’a ngawur, tp biarin z. Sbg fbh(krn motor yg w pke s’hari2 bwt cari duit adl honda) atomatis fans stoner jg, w g bs terima stoner dremehin rossi, otomatis mbela stoner. Begitulah kira2,,,

    • oohh gitu ya? eh guwa juga pake honda kalo kerja dan kemana2, jaket guwa ada tulisan yamaha. tapi karena stoner ngebosenin dan sepi berita, kaga urakan dan slengean gitu, jadi kurang rame. elu tetep temen guwa, tapi kita beda jalan sekarang. guwa baru dikasih hidayah untuk pro si rossi. si rossi ini pantang nyerah keliatannya dia ya? baru tau guwa. begitu alasan guwa.

    • Tak pinjemin ducati q ta? Tapi m0t0r mahal takut lecet wkwkwkwkwk

  8. Ampuuuun ….. Mtb bgts nih

  9. Mas pCoet, itu adl tantangan bg rider lain utk lbh keras b’usaha, agar tdk ktinggalan jauh dr mastoner.

    • Waduuch, ane dh byk bgt koment dimari jd g enak. Ane chek out dulu, mau k peraduan soale dh ngantuk.
      Met’ pagi temen2 smua…

      • waduh. tukang batu out lagi. FBS guwa sendirian nih di sini. tapi kan guwa udah jadi FBR ya? halo FBR, rossi okeh.

  10. vale jb ibarat suami istri
    mereka soulmate dlm hal motor khususnya pada motogp

    dan mereka juga tidak bisa sukses tanpa tim mereka

    tapi mereka berdualah otak pembuat sukses

    mekanik gak akan bisa secara detail mengubah motor jika tidak ada feed back yg detail pula

    ibarat koki masak sayur,yg makan cm kritik bilang gak enak tanpa detil bilang krg asin atau bumbu lainnya
    maka koki hanya akan meracik masakannya dgn coba2 sampe yg nyicip bilang enak

    beda kan kalo yg nyicip langsung bilang kurang gurih nih,pasti koki langsung nambahin garem n penyedap rasa
    langsung deh yg nyicip bilang enak

    buruknya musim lalu utk vale membuat ane cari2 info

    kenapa vale n rider lain bgtu buruk performanya tapi stoner bisa kencang bahkan podium?

    analisa amatir ane ialah gaya rws nya stoner kuncinya

    saat rider lain termasuk vale teriak isu front end,stoner hanya ngeluh aja
    karena gaya balap stoner gak tll butuh feel pada front. stoner mengendalikan rear/belakang
    rws gak bisa utk over take karena sgt riskan. maka stoner butuh motor dgn power n speed pada trek lurus utk overtake
    dan itu yg membuat ducati bisa dijinakan walaupun hanya sesaat

    melihat musim 07-10 prestasi stoner merosot
    perolehan podium kian menciut
    07 : luar biasa
    08 : dgn reg ban tunggal,skill vale dpt menghadang stoner
    09 : perubahan sasis karbon ternyata malah memperburuk
    10 : sasis karbon + big bang,lbh merosot lagi

    kesimpulan amatir ane sie…
    stoner dgn gaya rws nya yg mengandalkan bag belakang dpt MENUTUPI kekurangan ducati
    tapi sayangnya gaya tsb bukanlah SOLUSI utk ducati

    isu front end mmbuat rider lain hancur karena rider lain mengandalkan feel front end
    sdg kan stoner butuh rear end

    jika posisi dibalik,ducati atau motor lain ada isu rear end..maka nasib stoner gak jauh beda dgn rider lainnya

    cmiiw

    • @bro R12: mantab ulasannya.
      khusus gaya RWS stoner, sepertinya tidak perlu rear end yg bagus2 amat, selama motor kencang, gaya ngesot tanpa feel rear end masih oke. terbukti rasa rear end ducati yg pertama kali disembuhkan jb rossi saat megang ducati.
      sayangnya gaya ini tidak bisa melawan motor2 seimbang dgn rider seperti rossi atau jolor. maksudnya kalau motor tdk seimbang tapi kencang seperti GP11 walau disemplak stoner dijamin sulit menang kalau lawannya rossi/jolor diatas M-1 atau pedro diatas RCV212.
      seperti yg bro R12 sampaikan, makin lama ducati makin payah, sementara pesaing makin mantab.
      Ducati: 2007 (10 menang+1 capirex), 2008 (6), 2009 (4), 2010 (3).

      • kalo ane gak salah inget
        barbera pernah komen
        kalo input stoner juga menitik beratkan pada suspensi belakang

        gak heranlah
        kan gaya balap stoner memang mengandalkan bag belakang

        rws stoner sgt bagus
        barbera bahkan bilang gaya tsb spt ketapel dmana saat exit corner stoner bisa cepat

        karena pada menikung dgn rws stoner
        ban belakangnya spinning…maka saat motor tegak..power motor yg di cut oleh tc langsung tersalurkan sempurna (tanpa dipotong oleh tc)
        makanya bisa melesat

        gaya ini sgt baik utk lari/ngacir atau mengejar lawan didepan

        tapi menurut ane,stoner harus bisa mengasah kemampuan lainnya
        khususnya teknik over take
        karena jika motornya berimbang saat trek lurua dgn lawannya
        maka stoner akan kesulitan

        musim lalu kalo ga salah di silverstone ya…??
        yg treknya sempit

        keliatan sekali stoner gak mampu over take jorge

        dmana trek lurus tsb gak tll panjang
        waktu utk over take jorge gak cukup
        karena sdh memasuki tikungan

        utk tetap membuntuti jorge,stoner terus mengandalkan rws nya
        maka hasilnya ban belakangnya habis duluan n tertinggal oleh jorge

        cmiiw

      • @bro R12: setuju masbro… stoner memang harus belajar skill balap eropa utk overtake mulus, rws bisa berabe jatuh bareng. kalau lomba pakai motor asal2an sih dijamin stoner yg menang, motor getar2 vibrator aja masih tercepat di sepang I (walau cuma bisa 1 atau 2 laps, ngak bisa konsisten). Nah sekarang lorenzo sudah konsisten di 1000cc, Rossi juga sudah ketemu rasa front end-nya dgn phoenix. dijamin akan makin susah stoner pakai rws terus2an yg boros bensin dan ban.

    • Kebanyakan rider ostrali dan amrik suka gaya RWS dibnding orang eropa?

  11. Mantapp…biar seluruh fans GP amatiran newbie buka mata..gooo…VR 46..

  12. Mantabs…..

    • Bro midas46,
      Kalo koment berimbang dkt napa,,,? 2007 & 2011 stoner jurdun emg pke motor asal2an, kasian dong yg ngembangin, motor’a dblg asal2an.

      • Bro tukang batu: distu saya sebut kalau balap pakai motor asal2an pasti stoner menang (karena skill RWSnya). 2007 pakai motor paling kencang buatan capirek, 2011 buatan pedrosa dibantu oleh 3 orang italia bajakan dr yamaha ditambah magic gearbox yg suanggaaat mahal.
        kalau motor ngembaning asal2an-nya stoner semua sudah tahu GP8-GP11, tidak ada satupun pembalap selain dia yg bisa juara seri.

  13. @Midas46 >> yup. #27 mikirin diri sendiri saja tanpa mikirin perasaan penonton motogp yang haus akan pertunjukan salip menyalip dan pertarungan ketat dan juga selebrasi selebrasi indah.

  14. Bro midas46,
    Kalo dblg 3 italiano adl bajakan dr yamaha, enggak jugalah. Karena mereka b’tiga ini emg udh jengah dg tingkah jolor, salah satu’a tulisan “game over” yg s’akan2 dtunjukin k rossi. Sbnr’a 3 italiano ni pngn ikt rossi k ducati, tp b’hubung kuota d tim ducati Rossi udh t’penuhi, akhr’a mrk lbh memilih ropsol honda. Kalo ente tny data, cari z d blog ini pasti nemu. Begitulah kira2,,,

  15. rossi hebat. Stoner hebat.

    Bagi fbr rossi lebih hebat dari stoner

    Bagi fbs stoner lebih hebat dari rossi.

    Cuma ane lebih demen ama rossi dan andriana. Suueer… Gk bo’0nk kalo ada stoner ama andriana, mata ane malah tertuju ke neng andriana. Jadi penasaran ama andriana besok, kira2 udah kurus lagi ama udah melar brhubung udah beranak 1

  16. FBS murtad jadi FBR

    hallo FBR, rossi okeh. guwa udah FBR sekarang. asyiiiiiiikk……

  17. Siap2lah dg kehebatan semburan api neraka dr phoenix…
    Melawan negara api dunia dg semburan api neraka.
    Utk penulis, istilah “neraka” maksut’a apa? Soale neraka itu ada’a d akhirat, bg yg m’percayainya. Thanks…

    • FBS murtad jadi FBR

      yaaahh.., sobat guwa tukang batu, “neraka” disitu maksudnya api yang lebih dahsyat, sumber dari segala sumber api. kalo api dunia mah pasti kaga ada apa-apanya. anggap aja negara api = Honda, semburan api neraka = GP12 Phoenix. kira2 gitu kali yg guwa ngarti.
      halo FBR? Rossi okeh.

  18. He he he he he,ane demen neh.Jb_Rossi geto loh.

    • FBS murtad jadi FBR

      kok FBS kaga ada yg ngomelin guwa ya?? padahal kan guwa udah bukan FBS? terima kasih atas hidayah melek Rossi…. guwa baru ngarti nih, stoner kan artinya tukang batu. pantesan si tukang batu pro stoner. guwa sering main kesini jadi tambah pinter nih…FBR emang jago ya bikin guwa pro rossi sekarang.
      halo FBR? Rossi okeh.

  19. Wes ewes ewes,ter ewer ewer.Tak dungakno kabeh FBS dadi FBR.
    Banyu bayu lemah agni,tak dungakno Tukang batu dadi fans Ducati_Jb_Rossi.
    Wkwkwkwkwk.Ayo den mas,gabung ajah yah!Dadio Fbr wae.Hehehehe

  20. kalau memang deltabox frame yg jadi jawaban, lalu kenapa test di jerez hari ini ducati akan pake sasis monokok lagi ya?

    kenapa nga dikembangin aja test dengan deltabox frame?
    apa ducati masih nga yakin sama deltabox sampai2 test di jerez ini kembali test monokok?

  21. @sixxer: artinya GP12 Phoenix sudah lebih dari hebat, tdk perlu dicoba2 lagi. udah tahu bahwa akselerasi akan didapat di sepang dua dgn mencopot sensor2 sementara yg sudah tdk diperlukan.

  22. Masbro
    ducati tahun ini utk motop dah gak pake sasis monokok lagi

    gp0 yg dipake tim satelit itu pake sasis twin spar dgn air box karbon

    sasis monokok dipake di wsbk dan itu pun masih pake baja teralis tubular

    cmiiw ^.^

  23. Penonton saja...

    @R12…
    Like ur coment, berbobot, tidak asal (walau tidak bisa 100% objektif, ya minimal 98%lah) he.. jadi nambah wawasan nih..
    untuk yang lain komennya jangan menghina mlulu, bosen tau…
    lets wait n see d race.. ok

  24. I really enjoy looking at on this web site , it has got good posts . “The secret of eternal youth is arrested development.” by Alice Roosevelt Longworth.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: