Apa Kelebihan GP12 Phoenix dibanding Honda dan Yamaha?


SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Kenapa RWS Super TiTo hanya 80% RWS Stoner?

Perbedaan utama antara TiTo & RWS adl masalah pengendalian :

TiTo –> Teknik mengendalikan Roda depan… yg membutuhkan Front-end Enak dan sekaligus rear-end yg enak juga.
RWS –> Teknik mengendalikan Roda belakang.. yg tidak membutuhkan front-end sempurna, rear-end secukupnya saja.

Dari gaya saja sudah ketahuan mana yg bisa mengendalikan semua motor, sama mana yg harus pakai motor enak khan?? Jika Stoner bisa pakai asal2an motor dan memaksimalkannya, rossi harus pakai motor yg enak.

Inilah beda rider berbakat balap dan sekaligus bikin motor… sama pembalap doang tanpa bisa bikin motor !!

Karena gaya balapnya paling sempurna mengendalikan motor, maka rossi harus pakai motor yg enak bin empuk diajak high speed cornering… karena gak ada yg bisa bikin, maka sejak tahun 2001, JB Rossi harus bikin motor sendiri utk menang.

Semua pembalap yg pakai motor buatan JB-Rossi bisa berada dibarisan depan… sementara semua pembalap yg naik motor buatan stoner ada dibarisan belakang semua.

Diatas adl diskripsi beda TiTo (teknik roda depan yg butuh roda belakang seimbang juga) dan RWS (teknik roda belakang yg kagak butuh keseimbangan motor).

Nah Teknik Super TiTo adl teknik TiTo yg dilakukan dgn sangat kencang sehingga ban sampai titik “nyaris” ujungnya, yg mengakibatkan “kayak” terpeleset pleset, yg akhirnya terlihat seperti gaya RWS… hanya roda bagian depan tidak miring ala RWS murni.

Jika dilihat dgn cermat, maka slidang sliding Super TiTo hanya 80% dr teknik RWS Murni Stoner. Jika Stoner 100% berkonsentrasi pada pengendalian ngesot roda belakang (RWS 100%), maka Rossi tetap berkonsentrasi pada pengendalian roda depan utk melibas racing line. & jika karena saking kencangnya ber-TiTo (melibas tikungan), yg sebagai efek/ akibatnya roda belakang terpeleset, maka rossi sudah siap untuk mengendalikannya. Utk itulah RWS TiTo Rossi hanya selevel 80% RWS Stoner… tapi karena RWS TiTo adl jurus gabungan.. maka secara keseluruhan, RWS TiTo akan jauh lebih indah ditonton dan sangat menakjubkan !!

Jadi Jika RWS Stoner disengaja terjadi, maka RWS Super TiTo adl efek dr kencangnya & telatnya rossi mengerem saat menikung.

RWS Murni –> Ngesot Sengaja dilakukan
RWS Super TiTo –> Ngesot sbg Efek TiTo (tdk disengaja, tapi sdh diprediksi “akan” terjadi & disiapkan antisipasi pengendalian).

Kenapa Harus ada Super TiTo?

Angka 80% adl angka yg saya berikan utk RWS TiTo, krn sebenarnya bukan jurus utama, tapi jurus efek samping.

Rossi tahu GP12 Phoenix tdk akan bisa seimbang seperti yamaha (mungkin mentok di skala 90% dr keseimbangan Yamaha M-1), tapi GP12 Phoenix memiliki kecepatan yg sangat luar biasa dan bisa dimaksimalkan karena ke-iritan Desmodromic.

Inilah Kelebihan GP12 Phoenix yg akan dimaksimalkan rossi, sementara Honda & Yamaha masih terkendala ke-iritan BBM.

Dgn jurus pamungkas Super TiTo, rossi akan melibas track lurus dgn kecepatan tinggi, dan mengerem sangat telat saat memasuki tikungan. Efek dr mengerem yg sangat terlambat (ala TiTo) saat memasuki tikungan dgn kecepatan yg masih tinggi, akan mengakibatkan roda belakang Phoenix terpeleset. Nah efek terpelesetnya ini yg harus dihadapi rossi dgn jurus Super TiTo-nya.

Walau roda terlihat ngesot terpeleset, sebenarnya tekanan ke ban tidak besar, karena ngesot terpeleset tidak direncanakan utk ngesot (alias tidak diberikan tekanan paksa). Berbeda dgn RWS Stoner yg memaksakan ban ngesot dgn tekanan besar… yg kalau di minim TC akan membakar kompon ban (ala Doohan and Garry McCoy… stoner blm pernah bisa dgn minim TC).

RWS Murni –> Ban sengaja dingesotkan dgn tekanan tenaga besar… yg mengakibatkan boros ban dan BBM
RWS Super TiTo –> Ban tdk sengaja dingesotkan, tapi terpeleset, shg tekanan terhadap ban tdk terlalu besar.. irit ban & BBM.

Maaf jika saya ulang2 driskripsi Super TiTo utk memberikan tekanan bahwa RWS Super TiTo adl akibat/ efek TiTo yg tdk disengaja terpeleset, tapi karena itulah yg akan terjadi akibat kencangnya GP12 Phoenix, maka Rossi sudah melakukan latihan Dirt Bike tanpa rem depan… hasilnya akan segera dilihat di test Sepang II. Jadi teknik ini harus ada/ dimiliki Rossi karena “mungkin” inilah jurus menaklukkan sekaligus mengendalikan kecepatan sang burung Api Phoenix.

Motor 1000cc Seperti Apa Honda, Yamaha, dan Ducati?

Seperti yg disodorkan bro Purwoko Edi, Dovi mengatakan bahwa karakter honda dan yamaha berbeda. Jika Honda mengutamakan akselerasi, maka Yamaha mengutamakan keseimbangan saat melibas tikungan.

Dovizioso Kalibrasi Gaya Balap di Yamaha
http://otosport.otomotifnet.com/read…alap-di-Yamaha

Dari sisi filosofi akan selalu begitu, Honda akan selalu menjaga akselerasi terbaik pada motor, sementara Yamaha selalu membuat motor yang memiliki handling terbaik. Makanya saya harus mengganti segalanya,” papar Dovizioso.

Honda –> Akselerasi

Honda terakhir dikembangkan JB Rossi adl tahun 2003, yg mana menjadi motor paling kencang dgn keseimbangan mantab, rossi bisa mengejar defisit pinalti 10 detik utk menjadi juara dgn ngacir ala stoner. RCV211 V-5 mungkin seperti GP12 Phoenix saat ini, yg mana kencang dan seimbang (Kasarnya Keseimbangan RCV211 adl 90% dr M-1).

Saat ditinggal JB Rossi akhir 2004, maka pengembangan RCV211 seakan2 macet. sampai 2006, ya begitu2 saja!

Begitu memasuki era 800cc, RCV212 yg bermesin V-4, disetting oleh pedrosa… bukan oleh JB Rossi. walau menggunakan basic V-5 tetap saja berbeda… utk itulah RCV212 seperti bulan2an Ducati dan Yamaha sampai 2010. Saat datang Trio Italiano yang biasa pegang M-1 bermesin 4 Sejajar, barulah Honda membuat sasis 5 jenis sekaligus… karena Trio Italiano aslinya bukan pemegang mesin V-4.

Settingan pengapian boleh2 saja menjiplak M-1 (kek JB Njiplak pengapian RCV211 utk M-1 tahun 2004), tapi secara keseluruhan RCV212 tidak akan se-seimbang Yamaha… dan hanya karena pakai Gearbox Ajib plus yg nyemplak Stoner saja, yamaha terlihat kalah. Padahal kalau saja Gearbox dicabut… blm tentu stoner akan sedominan 2011.

Tapi akselerasi Honda memang yg paling bagus di 800cc, jauh diatas ducati… sedikit diatas yamaha M-1.

Nah… saat mengembangkan 1000cc yg otomatis masih rasa 800cc, honda tidak punya rider pengembang yg cocok utk 1000cc.

Penambahan berat 4kg saja sudah membuat acak kadut dgn timbulnya chatter. Trio Italiano memang sangat membantu Honda, tapi mungkin secara keseluruhan pembuatan motor, masih perlu masukan2 yg ajib dr rider pengembang. Pedrosa terlalu kecil utk motor 1000cc… Stoner?? motor jelek bergetar2 juga berasa masih enak kalau cuman satu dua laps… kalau 20 laps duel ?? Jurus muntah2 di helm (Saat mengikuti irama duel 2 dewa TiTo, Rossi VS Jolor di Katalunya 2009) akan sering terulang di 2012.

Silahkan Banyak Duit dan Sumber Daya, 2004-2010 Honda juga tdk mampu juara…
Silahkan menggunakan Trio Italiano murid JB… kalau harus membikin dari Nol 1000cc, pasti akan kesulitan… biasa pegang mesin Inline Lho… Nyekek BBM = Nyekek Mesin = Umur Mesin Pendek bergetar2… 4kg nambah dimana yach??? hehehe
Silahkan dipikirkan bagaimana ber-akselerasi secara maksimal kalau BBM disetting Irit???
Hasil Test Sepang I??? Masih Performa Palsu Tuch!!

Yamaha –> Keseimbangan

Yamaha memang sudah dipegang JB Rossi sejak 2004-2010. Artinya apapun M-1 sang Triple Crown Champion, itu adl buatan JB Rossi.

Keseimbangan yamaha M-1, si sasis pemeluk mesin ciptaan JB Rossi, tidak akan pernah disamai oleh motor2 V-4.. karena posisi saja sudah berbeda 4 Sejajar dg V-4… di 1000cc, keseimbangan sangat diperlukan walau tidak se-drastis 800cc yg sangat bagus utk melibas tikungan dgn high speed cornering. Tapi namanya motor seimbang… ya pasti lebih gampang dikendalikan, ya pasti lebih bagus ketimbang honda 1000cc secara keseluruhan. Kecepatan tikungan juga akan jadi kunci kehebatan yamaha di 2012, ditambah kesuksesan yamaha menambah kecepatan di 1000cc… menjadikan pembalap2 yamaha jauh lebih diperhitungkan oleh Rossi ketimbang Honda. Kunci kelemahan yamaha hanya satu… bagaimana akselerasi motor saat settingan Balap?? Karena dgn katub pneumatic… seharusnya yamaha juga terimbas oleh Borosnya BBM… Qatar 2010, rossi kehabisan BBM saat melakukan Victory Laps!! Apakah 1000cc lebih irit?? belum tentu… kalau boros… ya paling2 hanya lebih lelet saja.

Ducati GP12 Phoenix –> ala RCV211

Rossi: Front-end Ducati “Tak Begitu Jauh” dari Honda
http://olahraga.kompas.com/read/2012…auh.dari.Honda

Bagiku, pindah ke Yamaha masih lebih baik, karena saya pikir itu adalah motor terbaik untuk hal tersebut. Dibandingkan dengan Honda – di masa lampau – saya pikir kami tidak terlalu jauh.

Memang saat test sepang I, ducati akselerasinya dinilai masih kurang, tapi itu lebih kepada karena masih disetting kebirian dan terlalu banyak sensor sementara (utk mengetahui berbagai part motor). Mungkin di Sepang II, sensor2 sementara ini akan dilepas (sebagian besar) utk mengurangi beban ECU dan sistem kelistrikan motor. Setelah dilepas maka akselerasi Phoenix akan makin moncer… apalagi update sasis terakhir bisa didapat.. wuih makin Ajib pastinya!!!

Sudah bisa ditebak… GP12 Phoenix memang dibuat dgn karakter RCV211.. yg mana memanjakan akselerasi dgn keseimbangan yg baik, (yamaha M-1 punya keseimbangan Terbaik). JB Rossi akan memanfaatkan power desmosedici yg sangat muantaab di track lurus utk melibas Jolor dgn yamahanya. Jika 2007 stoner bisa memaksimalkan kecepatan GP7 dgn RWS-nya, maka Rossi akan memaksimalkan GP12 Phoenix dgn Super TiTo nya!!! Sirkuit Qatar yg mengumbar tenaga motor akan jadi Rujukan bagaimana sepak terjang Phoenix sepanjang 2012. 2 bulan membuat motor yg layak bersaing (Des’11-jan’12), 2 bulan menyempurnakan Phoenix (Feb-Mar’12).

Buat Fans yg sudah kangen melihat aksi2 Rossi diatas RCV211… akan segera melihatnya lagi diatas GP12 Phoenix.. tapi dgn jurus yg lebih sempurna : Super TiTo…

Posted on 16 February 2012, in JAMU SRONDOL. Bookmark the permalink. 14 Comments.

  1. di-A-jeng ngatno ariexp

    PERTAMAX

  2. HAPPY B’DAY VALENTINO.We love you full.

  3. Happy B’Day Kang Oci. Wish All The Best For You.
    We Always Support you.

  4. convinced2rossi

    interupsi :

    1. Silahkan Banyak Duit dan Sumber Daya, 2004-2010 Honda juga tdk mampu juara… >>> Honda 2006 Nicky Hayden juara tuch (meski sedikit keberuntungan krn VR46 koplak)

    2. Super TiTo dh dilakukan oleh VR46 di test Sepang I kmrn, lht gambar http://otosport.otomotifnet.com/read/2012/02/04/327754/56/17/Rossi-Anggap-Ducati-Sudah-Lincah-Menikung-Tapi (setahuku, dgn tikungan sprt itu, VR46 dgn TiTo tidak pernah sliding ban belakang, entah apkh d gambar tsb VR46 mencoba RWS atw Super TiTo seperti yg Anda maksud

    mw nanya nich, bila mencermati gambar di atas dan video VR46 dirt bike tanpa rem depan :

    apakah “jurus” tsb tidak merugikan / membahayakan terutama saat DUEL, sebab ban belakang dikesot kek gitu otomatis di “satu titik tertentu” akan :

    1. “menyentuh” motor disampingnya (bila VR46 di bagian dalam) dan akan membuat VR46 keluar dr gravel/lintasan (bila VR46 di bagian luar)? >>> sy membayangkan VR46 dgn Super TiTo duel side by side seperti dgn JLO Motegi 2010

    2. “menghambat” overtaking krn dgn 80%RWS otomatis ban belakang tidak seimbang dgn ban depan dan bila diseimbangkan maka akan “membutuhkan waktu sepersekian detik” dimana “waktu” tsb sangat penting adanya? >>> cermati RWS CS1 di Laguna Seca 2008 pada saat tidak dalam keadaan 100% rebah, masih aja kalah dgn TiTo krn ban belakang msh labil

    smg Bung Srondol168 mengerti akan “satu titik tertentu”+pertanyaan tsb sebab sy susah jelasinnya scr gamblang

    • Kalo menurut ane sih super tito untuk ngacir. Dan untuk duel/OT pake tito. Biar manuver makin aman. Mngkin bawah ane yg lbh paham??

    • Menurut ane..

      TiTO untuk duel di pertengahan race sama lorenzo & stoner, alias untuk pertunjukan..hehe

      SUPER TITO untuk mengendalikan motor setelah melibas Stoner / Lorenzo di trek lurus…(apalagi waktu duel “last lap”).🙂

    • betul juga ya bro rizal, tapi sepertinya rossi pembalap yg bertipe bukan asal bejek gas kek stoner lho. tapi pembalap yg jago merunut gas, jadi sudah tahu kapan akan mengeluarkan jurus TiTonya. bisa saja saat akan mengejar, ngabur setelah berhasil melibar di track lurus.

      sayang video hightlight sepang satu yg pernah di posting mbah srondol sudah dihapus pemiliknya dari youtube, disitu terlihat slide rossi bukan ngesot. rossi tidak keluar racing line, stoner merubah racing line dgn ngesot.

      btw, RWS stoner kalau tdk bagus dipakai, kenapa bisa utk ngabur ya? itu karena saat pembalap biasa menurunkan kecepatan dari 250km/ jam (track lurus) ke 80km/jam (masuk tikungan), RWS stoner bisa lebih kencang, yaitu 100km/jam saat masuk tikungan.

      Gimana bro?

  5. super tito dirancang untuk ” ngacir” setelah keluar tikungan, tapi untuk duel, kyknya rossi masih pake gaya lama alias titonya itu

    yg perlu dibenahi setalh test sepang kemaren, akselerasinya ..masih kurang ..kt rossi..

    ngak sabar liat test 2 sepang sama final test di jerez

    • akselerasi tu…yg mana sih bro?..pas belok, ato pas betot gas ?..bisa dijelasin??..gue awam nih..

      • mungkin nyang dikamsud akselerasi adalah kenaikan speed saat keluar dari tikungan… misalnya Spies keluar tikungan dari 50 km/h ke 100 km/h memakan waktu 2.0 second. sedangkan Vale makan waktu 2.3 second .kan selisih 0.3 second tuh…
        yang selisih 0.3 second inilah yg sedang coba di solve oleh Ducati-JB-Rossi team.
        sorry kalo ad salah.. maklum..namanya jg fans newbie…

      • Akselerasi artinya adalah pertambahan kecepatan.

        Sedangkan “Top Speed” atau kecepatan puncak adalah kecepatan maksimal yang bisa ditempuh oleh sesuatu yang bergerak.

        Semakin baik akselerasi yang dimiliki oleh suatu kendaraan, maka akan semakin cepat kendaraan itu meningkatkan kecepatannya. Ingat, bukan semakin cepat secara keseluruhan, melainkan pertambahan kecepatannya yang semakin baik.

        Kendaraan yang akselerasinya baik, belum tentu memiliki kecepatan puncak yang tinggi.

        Begitu pula sebaliknya, kendaraan yang punya kecepatan puncak yang tinggi, belum tentu punya akselerasi yang baik.

        Secara umum, akselerasi yang mantap dibutuhkan untuk medan atau lintasan yang banyak tikungan, rintangan, serta tidak terlalu banyak trak lurus. Karena pada track jenis ini, kendaraan lebih butuh “stop & go”, melambat kemudian butuh dipercepat lagi dalam waktu singkat. Dengan akselerasi yang baik, maka track demikian akan dengan mantap mampu terlalui dengan cepat.

        Sedangkan kecepatan puncak yang tinggi dibutuhkan untuk medan atau lintasan yang cenderung berupa lintasan lurus, panjang, serta tidak banyak kelokan.

        Pada prakteknya, keduanya (baik akselerasi maksimal maupun kecepatan puncak yang tinggi) sangat dibutuhkan. Tinggal bagaimana jenis & settingan kendaraan, serta teknik mengemudi si pengendara agar perpaduan keduanya (akselerasi & top speed) bisa didapat dan diberlakukan sesuai kebutuhan terkait perubahan-perubahan bentuk lintasan yang dilalui.

      • @bro Schoo & @bro ryo : anda memang betul, pinter2 euy..
        itulah yg dikejar rossi utk GP12, akselerasi setiap keluar tikungan.

  6. Well I definitely liked studying it. This tip procured by you is very helpful for accurate planning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: