Stoner Bukan Level Rossi


Original post by : Bombardiers

Dapet dari koran Facebook :

Stoner, Kebanggaan dan Prasangka

Sejak mendarat di tim LCR Honda pada tahun 2006, Casey Stoner telah mengguncang dunia MotoGP, pujian yang diberikan seimbang dengan kritikan yang diberikan kepadanya. Pembalap dengan insting naluriah yang cepat, namun merupakan manusia dengan karakter kompleks , tak kenal kompromi dan tampak sulit dimengerti. Di antara anekdot dan cerminan tentang Stoner, Cristian Gabarrini, teknisi balap dan sahabat lebih dari 5 tahun akan bercerita tentang hitam putih seorang Stoner baik sebagai pembalap ataupun pria dewasa ^_^

Pekan lalu trek di Sepang, Casey Stoner telah meraih tempat sebagai mana musim lalu, bertengger di atas puncak time sheet. “Tes berjalan sangat baik – kata Gabarrini – satunya masalah adalah chatter. “Bekerja dengan Casey bisa sangat sederhana atau rumit, tergantung pada sudut pandang Anda. Ia adalah pembalap yang sangat sensitif. Dia butuh beberapa lap untuk mengerti aspek motor dari segi positif dan negatif. Ia berbicara dengan sangat jelas, hampir tidak diragukan. Driver lain. mungkin ragu-ragu untuk mengekspresikan arah mereka, tapi kemudian waktu lap mereka tidak pernah berubah. Beberapa masalah yang terlihat jelas pada telemetri, tapi kami mengandalkan kemampuan tim lain untuk menafsirkan umpan balik dari pembalap. Jika tim berhasil memanfaatkan sensitivitas Casey, Anda dapat menghemat waktu berharga “.

Gabarrini juga menegaskan bahwa Stoner adalah salah seorang pilot untuk tidak menggunakan kontrol elektronik. “Casey sangat sensitif terhadap gas, yang memungkinkan dia untuk membuka gas segera setelah keluar dari tikungan. Teknisi kami, Mr. Lewis yang juga bekerja untuk Yamaha Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, telah menegaskan bahwa Casey memiliki sensitivitas besar dalam power mesin, makanya ia menggunakan sedikit elektronik.

Sensitivitas Stoner tak hanya di trek melainkan karakternya pun demikian, hal ini dapat menjadi pedang bermata dua. Di luar trek ia selalu mawas diri dan terganggu bila ada yang mengusik kehidupan pribadinya. Casey adalah seorang yang istimewa, sebagai pembalap begitulah karakter dan imejnya, meskipun dia masih muda, ia selalu memegang nilai-nilai tradisional, keluarga, kejujuran, dan hal-hal lain yang pastinya anda sering dengar dari kakek-kakek bukan pemuda 25 tahun seperti dirinya. Dia tidak terlalu tertarik untuk muncul di media. Dia pendiam, pemalu, dan inilah yang seakan-akan menyerang dirinya, dimana media tidak menghargai prestasinya.

Dalam hal ini, kita harus ingat konteks di mana Stoner telah tumbuh. “Casey telah tinggal begitu lama di pertanian, dengan hewan dan menyukai kontak langsung dengan alam dia juga tertarik dengan hal seperti memancing dan menunggang kuda. Rumahnya di Swiss juga secara harfiah seperti hutan. Ia sangat senang ketika membeli rumah tersebut.

Intoleransi Stoner jelas menimbulkan perselisihan dengan publik namun tidak dengan rekan dekatnya. “Tim ini menghargai ketulusan dan kasih sayangnya kami berteman dan layaknya sebuah keluarga. Di box tahun 2007 Ducati kami sering menghabiskan waktu berjam-jam di sana karena suasananya santai. Pernah, Casey tidur di bawah meja ketika saya bekerja dengan elektronik karena menurutnya begitu tenang di sana. Dia senang melihat apa yang dilakukan teknisi pada motor, tapi sekarang dia menghabiskan sedikit waktu dengan kami, kebanyakan dengan istrinya di motorhome”.

Pada usia 26 tahun dia mencapai puncak karirnya dengan dan meraih 40x kemenangan. Namun sudah disinggung dia kapanpun bisa menarik diri kapan pun dari kejuaraan. “Casey membalap untuk bersenang-senang bukan untuk uang. Ia membalap untuk kepuasan. Tapi aku membayangkan ia terus membalap, tanpa mengindahkan hasilnya. tapi hanya dia yang tahu kapan akan berhenti”.

Sampai saat itu, mungkin, akan terus komunikasi melalui gaya mengemudinya. Agresif, tanpa embel-embel atau kompromi.

by MotoGP Indonesia

Ada yang menarik dari berita diatas, menurut saya pribadi, berita diatas sangat lebay, bahkan lebih lebay dari analisa kita semua disini tentang ROSSI, jika dilihat dari histori nyata, sangat bertolak belakang dari beberapa aspek. Gabbarini menceritakan bahwa Stoner “Pembalap dengan insting naluriah yang cepat, namun merupakan manusia dengan karakter kompleks, tak kenal kompromi dan tampak sulit dimengerti.” Sepertinya, Gabbarini ingin membangun karakter (pencitraan) seorang Stoner dari sudut pandang dia sebagai sahabat (Gabbarini nguyah’i segoro) Wkkkkkkkkkkkkkkkkk.
Kita semua tahu STONER … meskipun performanya oke dan pernah 2x juara dunia, tapi belum bisa mendapat tempat yang layak sebagai seorang juara. Sepertinya Gabbarini sepihak dalam analisanya, lebay pula, gambaran dia tentang seorang STONER terlalu dibuat-buat, kita pembaca diajak ber-empati terhadap STONER (istilah-nya apa sih?).

Selain itu Gabbarini juga menyebutkan kalo STONER itu “MINIM (tidak) menggunakan ELEKTRONIK”, Om Srondol bisa menanggapi soal ini, lalu dia juga bilang STONER “SANGAT SENSITIF TERHADAP MOTOR”, sensitif terhadap motor tapi koq DUCATI ancur ditangan STONER ???. oke, sekarang saya bahas satu persatu cerita (imajinasi) Gabbarini menurut sudut pandang saya, sah-sah aja kan ?? Gabbarini aja sepihak, saya juga kan bisa kalo bicara sepihak ? hehehehehe

“Bekerja dengan Casey bisa sangat sederhana atau rumit, tergantung pada sudut pandang Anda. Ia adalah pembalap yang sangat sensitif. Dia butuh beberapa lap untuk mengerti aspek motor dari segi positif dan negatif. Ia berbicara dengan sangat jelas, hampir tidak diragukan. Driver lain. mungkin ragu-ragu untuk mengekspresikan arah mereka,..”

Dengan skill 10/10 STONER, HONDA sepertinya juga akan tertipu seperti DUCATI dulu, feedback stoner kadang mudah kadang juga rumit, Wkkkkkkkkk …… bikin binun kalo gini mang, pigimana motor bisa berkembang kalo feedbacknya ancur-ancuran, insinyur akan salah bikin hipotesa kalo input parameter yang diberikan juga kacau. Sensitifitas STONER akan berbeda dengan ROSSI, karena riding stylenya memang beda, Agostini mengakuinya, Ago dan rossi bisa merasakan bahwa motor itu rongsokan ato bukan, tapi stoner tidak, naik rongsokan pun stoner mampu, hebat memang, sing ada lawan lah. tapi imbasnya, motornya jadi rongsokan ! wkkkkkkkkkkkkkkk😀

Jika tim berhasil memanfaatkan sensitivitas Casey, Anda dapat menghemat waktu berharga “.

Ducati menghabiskan 3 tahun bersama stoner dengan prestasi yang terus menurun, apakah itu yang disebut “Sensifitas STONER akan menghebat waktu dalam bekerja ???”, hemat memang, karena ga ada input, jadi insinyur cuma ngopi ga ada kerjaan, hasilnya …. motor jadi rongsokan dan selama 3 taun stoner nyemplak motor rongsokan tapi dia tidak merasakannya, itu yang disebut sensitif ????? lebay nih Gabbarini.

Gabarrini juga menegaskan bahwa Stoner adalah salah seorang pilot yang tidak menggunakan kontrol elektronik. “Casey sangat sensitif terhadap gas, yang memungkinkan dia untuk membuka gas segera setelah keluar dari tikungan. Teknisi kami, Mr. Lewis yang juga bekerja untuk Yamaha Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, telah menegaskan bahwa Casey memiliki sensitivitas besar dalam power mesin, makanya ia menggunakan sedikit elektronik.

Semakin jelas kan, kalo stoner lebih condong kepada POWER darimana stabilitas, keluar tikungan kalo bisa digeber habis supaya bisa lolos dari kepungan lawan, sepertinya cocok jadi dragracer nih orang …..

Di box tahun 2007 Ducati kami sering menghabiskan waktu berjam-jam di sana karena suasananya santai. Pernah, Casey tidur di bawah meja ketika saya bekerja dengan elektronik karena menurutnya begitu tenang di sana. Dia senang melihat apa yang dilakukan teknisi pada motor, tapi sekarang dia menghabiskan sedikit waktu dengan kami, kebanyakan dengan istrinya di motorhome”.

Wkkkkkk …. STONER sering tidur malah bro, ini gaswat, yang lain pada kerja, dia malah tidur, sekarang malah lebih banyak dengan istrinya di motorhome, wadoh … ini ga profesional namanya, alamat Honda jadi motor batu. Wkkkk
Stoner nyantai saat para teknisi kerja, beda banget sama ROSSI, dimana dia selalu melihat telemetri dan memberikan input kemudian … ckckckckck …. DUCATI dikembangkan stoner dengan tidur-tiduran lalu cuti balap ….

Pada usia 26 tahun dia mencapai puncak karirnya dengan dan meraih 40x kemenangan. Namun sudah disinggung dia kapanpun bisa menarik diri kapan pun dari kejuaraan. “Casey membalap untuk bersenang-senang bukan untuk uang. Ia membalap untuk kepuasan. Tapi aku membayangkan ia terus membalap, tanpa mengindahkan hasilnya. tapi hanya dia yang tahu kapan akan berhenti”.

Sepertinya STONER tidak punya target? munafik kalo stoner ga butuh uang, buat makan anak istrinya apa ?? selain kepuasan, pembalap pasti ingin menang plus uang, buat apa ? ya buat masa depan lah ! nanti kalo udah tuwa ga bisa balap ga punya tabungan, masa mau jual martabak ??? ngaco banget Gabbarini …..

Sampai saat itu, mungkin, akan terus komunikasi melalui gaya mengemudinya. Agresif, tanpa embel-embel atau kompromi.

Siap-siap honda jadi motor jadul😀

Dari cerita Gabbarini, brotherhood semua pasti punya persepsi masing-masing, tapi yang jelas, menurut saya … STONER bueda banget sama ROSSI, semangat stoner hanya seujung kuku dibanding ROSSI, pengembangan motor dilakukan dengan serius sampe-sampe lembur tanpa liburan, dikala terpurukpun, semangat masih menyala, semakin menunjukkan kalo ROSSI adalah KSATRIA, pantang menyerah dalam keadaan apapun !.

Bravo VR|46

Posted on 11 February 2012, in API NGEPET. Bookmark the permalink. 16 Comments.

  1. hwduhh, musuh jangan dicari lawan datang pantang lari.
    Bisa jadi Bomer Aang nih blog.
    Menang Syukur
    Kalah dimaki-maki.
    Sah aja sih namanya juga analis lebay dan subjektif (Newbie).
    Tapi saya setuju.
    HRC dan Tim CS sedang lagi mengupayakan pencitraan.
    Secara Jurdun tapi sepi sorotan.
    Beda ama Rossi meskipun terpuruk tapi Sponsor tetap happy.

    • di blog ini, biar kate rossi babak belur kaya kemaren, tetep rossi kaga ditinggal bro. kalah menang dia tetep didukung sama fans lebay ducati jb rossi. bukan kaya fans laen, yg kala rider idolanya menang disanjung, pas kalah dilupakan. he.he…

  2. Bener 0m. Pantang malu daripada menyerah

  3. Ya iya lah.Rossi dilawan.Beda jauh!!!
    Rossi adalah rider yang ber-DUIT,sedang Stoner rider yang KERE

  4. Makin lebay makin ngefans….

  5. TONGGHOST RIDER

    scepatnya duo ngacir harus diganti oleh b.autis ama marques..

  6. buat blog yang NETRAL donk

  7. salam kenal para brather semua nya….

  8. theking of speed

    Yang satu hasil curhatan seorang sahabat karib yg se-paddock. yang nanggapin adalah fans newbie lebayyyy…. lebih percaya mana????

  9. perumpamaan -> CS menang 1000x pun pasti dibilang jelek, VR kalah 1000x pun pasti dibilang bagus …….

  10. Iya’in aja, biar yg nulis seneng.

  11. @TUK4N9||B4TU : sanggahan dijawab sanggahan,jgn hopeless gitu lah,kalo ada pendapat lain kemukakan disini,,hahahaha

  12. I dugg some of you post as I thought they were very useful very helpful

  13. blogger kucluk

  14. Meskipun rosi stelah mengendarai ducati sama” keok.Dia juga tidak pernah bs mmprbaliaiki ducati bahkn ducati tambah hancur
    dulu ketika stoner ada d ducati rosi sll mnjlek jelekan casey tp sendrinya yng sdh px glar doktor jg tdk prnh bs mmprbaikinya bahkn drinya setres dgn ducati. rosi cuman mulut doang. ktanya ducati mau juara dunia kedua kalinya.mn buktinya?
    bknkh rosi pindah ke yamaha stlh drinya tdk mmpu lg d prbaiki..
    yng bs mengendarai ducati hx casey stoner.
    saya stuju dhn pa yng d katakn GABARRINI…..

  15. You have very nice blog here. Only one thing what I noticed, it was very hard to find it from google (at least with my search term). You should check this: http://bit.ly/14AbDBH I use it on my wp blogs. It will definately help you getting better ranking in google so more traffic🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: